JP Bogor – Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai yang vital bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Sungai ini berhulu di Gunung Pangrango, Bogor, lalu Ciliwung mengalir melalui wilayah Bogor, Depok, dan Jakarta.
Sungai ini tercatat sudah mulai digunakan sejak zaman Hindia-Belanda. Menjadikannya saksi bisu banyak kejadian, mulai dari yang sedih, romantis, hingga mengerikan.
Sungai yang kerap menjadi penyebab banjir di Jakarta ini juga tak jarang memakan korban jiwa. Salah satunya seperti jasad remaja berusia 17 tahun yang ditemukan pada 2 Mei 2024 lalu.
Dilansir dari laman ojs.cahayamandalika.com, Sungai Ciliwung sejak lama telah memiliki beragam mitos maupun kisah mistis yang berkembang turun temurun.
Sebagian warga sekitar sungai Ciliwung percaya bahwa ada berbagai sosok yang mendiami sungai tersebut dan kerap meminta tumbal karena berbagai alasan. Berikut mitos-mitosnya.
- Buaya Buntung
Menurut kepercayaan yang berkembang, terdapat sesosok siluman buaya buntung yang sering meminta korban jiwa di Sungai Ciliwung. Terdapat sumber yang mengatakan bahwa seseorang pernah bertemu dengan sosok ini, dan mengatakan bahwa sang siluman tidak akan mengganggu apabila tidak ada yang usil.
- Istana Gaib
Di dalam aliran air Sungai Ciliwung dipercaya terdapat kerajaan gaib berisi makhluk-makhluk astral. Di daerah bawah jembatan Kampung Melayu di Jalan Abdullah Syafei, sebagian orang percaya bahwa banjir besar yang sering terjadi di Sungai Ciliwung disebabkan oleh keberadaan istana buaya. Sehingga warga setempat menamai daerah tersebut Kedung Buaya.
- Suara Gamelan
Wilayah Bogor pernah menjadi pusat Kerajaan Sunda yang bernama Pajajaran. Terdapat kisah yang mengatakan bahwa sering terdengar suara gamelan atau karinding (musik khas Sunda) di kolong jembatan Sempur, Bogor.
Warga setempat mengatakan bahwa area tersebut dulunya merupakan tempat bertapa raja-raja Pajajaran.
- Marie si Noni Belanda
Di kawasan muara sungai, beredar kisah penampakan hantu noni Belanda bernama Marie. Menurut cerita yang dituturkan secara turun-temurun, Marie merupakan bangsawan Belanda yang jatuh cinta dengan seorang pribumi.
Hubungan mereka tidak mendapatkan restu, karena kasta mereka dianggap berbeda. Namun, mereka tetap menjalin hubungan secara diam-diam.
Ketika orang tua Marie mengetahui hal tersebut, mereka geram dan mulai memaksa pemuda pribumi agar tidak lagi melanjutkan hubungan dengan putri mereka. Akan tetapi, pemuda tersebut menolak, yang membuat ayah Marie geram.
Ayah Marie kemudian memutuskan untuk membunuh kekasih Marie, dan membuang jasadnya ke sungai Ciliwung. Putus hati karena cintanya yang pupus, Marie kemudian terjun ke dalam sungai di mana jasad kekasihnya dibuang.
Sejak saat itu, banyak warga yang mengaku melihat sosok Marie duduk di jembatan, mengenakan kebaya berwarna putih sambil menangis sedih. Konon, sosok Marie akan tampak di malam Selasa di bawah purnama.
Editor : Bayu Putra