JawaPos.com – Kepala Desa Rengasjajar Cigudeg Kabupaten Bogor, Rusli, menyampaikan harapan supaya pembangunan jalur khusus tambang dapat segera dikerjakan. Para pengusaha tambang sudah berkomitmen membantu.
Hal itu dia sampaikan saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pembangunan jalur khusus tambang dinilai akan menjadi solusi yang menguntungkan semua pihak. Baik masyarakat maupun pengusaha tambang.
Menurut Rusli, jika tidak bisa dibangun dengan kondisi baik, minimal jalan tersebut dapat digunakan untuk akses truk-truk tambang terlebih dahulu.
Menurut Rusli, perekonomian masyarakat di daerah Rengasjajar dan sekitarnya sangat bergantung pada aktivitas pertambangan.
Meski tidak semua masyarakat bekerja di sektor tambang, namun banyak usaha warga yang mendadak mati suri setelah tambang ditutup sementara oleh KDM.
Menurut Rusli, hasil pertemuan dengan kepala-kepala desa dan camat terkait pembebasan lahan untuk jalur tambang, para pengusaha tambang menyatakan siap menghibahkan lahan mereka untuk jalur tambang.
Bahkan, perusahaan-perusahaan yang lahannya tidak dilintasi jalur tambang juga siap patungan dana untuk membantu pembebasan lahan warga untuk pembangunan jalur tambang. Perusahaan armada tambang juga siap untuk patungan dana untuk pembebasan lahan.
"Lahan milik warga yang perlu dibebaskan tinggal 25 persen lagi, karena 75 persen lahan punya PT. Titik nol dari desa saya, titik akhir di Leuwiranaji, Rumpin," jelas Rusli.
Selain itu, beberapa perusahaan tambang juga siap membantu proses pembentukan jalan supaya pemerintah Kabupaten Bogor tidak terlalu berat menanggung biaya pembangunan jalan khusus tambang.
"Perusahaan tambang ada juga yang turut membantu pembentukan badan jalannya kalau pemerintah Kabupaten Bogor mau fokus pada pembangunan jembatan. Kan ada sampai 8-12 titik jembatan kalau nggak salah. Kan ada nyeberang kali," tutur Rusli.
Editor : Bayu Putra