JawaPos.com – Pembangunan jalur khusus tambang di kawasan Parung Panjang Bogor ddan sekitarnya dinilai sudah mendesak. Para pengusaha tambang juga sudah siap ikut keroyokan membangun jalur tersebut.
Hal itu diungkapkan Kepala Desa Rengasjajar Bogor, Rusli, saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM. Dia menyampaikan permohonan supaya jalur khusus tambang segera dibangun sebagai solusi yang menguntungkan untuk semua.
"Pas saya bertemu Pak KDM, kami meminta percepatan jalur khusus tambang, yang penting agar bisa dipergunakan, supaya tidak terjadi lagi kemacetan," kata Rusli.
Truk-truk tambang yang mengangkangi aturan jam operasional selama ini telah membuat resah warga Parung Panjang dan sekitarnya.
Selain bikin jalanan macet, sejumlah insiden kecelakaan yang melibatkan truk-truk tambang juga bermunculan. Belum lagi polusi uhdara yang ditimbulkan.
Perbup yang tidak ditegakkan sampai membuat sejumlah warga Tangerang marah dan menggeruduk sejumlah petugas Dishub Kabupaten Bogor yang sedang beristirahat beberapa waktu lalu.
Menurut Rusli, upaya pengerjaan jalur khusus tambang sudah mulai dilakukan. Pemkab Bogor sudah memanggil para kepala desa hingga sejumlah camat untuk membicarakan pembebasan lahan.
"Pak Wagub memanggil semua kepala desa, camat, dan tim untuk pembebasan lahan. Perusahaan yang lahannya dilewati jalur khsusus tambang dihibahkan kepada pemerintah kabupaten," tuturnya.
Pembangunan jalur khusus tambang diyakini tak akan terlalu membebani APBD Kabupaten Bogor, karena pendanaan dan pengerjaannya dikeroyok ramai-ramai.
Sejumlah perusahaan yang lahan mereka dilewati jalur khusus tambang secara suka rela menghibahkan lahannya kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.
Sedangkan perusahaan-perusahaan yang lahannya tidak dilewati tambang akan patungan dana untuk membantu pembebasan lahan milik warga di daerah Cigudeg dan Rumpin.
"Perusahaan-perusahaan yang terkena secara langsung memberikan. Perusahaaan-perusahaan yang lahannya tidak dilewati, siap urunan buat pembebasan lahan," ungkapnya.
Tak hanya itu, perusahaan armada dan transporter disebut Rusli juga siap patungan untuk membantu pembangunan jalur khusus tambang.
"Kalau tidak salah, perusahaan armada, transporteer, juga siap untuk berontribusi dalam pembebasan lahan, supaya dapat menghibahkan untuk jalur tambang," imbuhnya.
Editor : Bayu Putra