JP Bogor - Asosiasi Transporter Tangerang-Bogor (ATTB) menyoroti salah satu warga Jagabaya, Parung Panjang, yang diundang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) ke Bandung bersama sejumlah korban truk tambang.
Setelah ditelusuri, warga Bernama Maman yang mengaku sebagai korban truk tambang hingga cacat permanen itu diyakini berbohong pada Dedi.
Penelusuran dilakukan karena ATTB merasa janggal, mengingat Maman tidak pernah diketahui masuk daftar korban truk tambang.
Berdasarkan hasil penelusuran ATTB, didapati Maman bukan korban kecelakaan truk tambang. Berdasarkan informasi dari tetangganya, dia mengalami cacat permanen akibat kecelakaan motor.
"Kebenaran informasi ini bisa kami pertanggung jawabkan. KDM telah kena tipu," ujar Ahmad Gozali selaku Sekjen ATTB.
Gozali mengaku tahu siapa saja orang yang pernah mengalami kecelakaan truk tambang di Parung Panjang dan sekitarnya.
Sebab, dia selalu mendapat informasi setiap kali ada anggota asosiasi mengalami kecelakaan atau menabrak orang.
"Saya selalu diminta untuk mewakili, datang ke rumah korban. Jadi saya tahu siapa saja yang mengalami kecelakaan karena truk tambang," katanya.
Gozali menjelaskan, bila korban kecelakaan dengan truk tambang meninggal dunia, dia akan ikut acara tahlilan ke rumah korban.
Setelah 3-4 hari, dia baru berbicara dengan keluarga korban. Apakah pihak keluarga mau menempuh proses hukum atau diselesaikan secara kekeluargaan.
"Kalau keluarga korban mau menempuh proses hukum, kita tidak melarang karena itu hak keluarga. Tapi ada juga yang sadar bahwa ini adalah musibah," imbuhnya.
Editor : Bayu Putra