JP Bogor – Kirab bendera merah Putih sepanjang 600 meter berlangsung di Stadion Pakansari Bogor, Kamis (14/8), sebagai bagian perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bendera panjang itu diarak mulai dari Stadion Pakansari hingga Lapangan Tegar beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor.
"Alhamdulillah hari ini kita telah melaksanakan agenda kegiatan Kirab Bendera Merah Putih yang menjadi rangkaian kemeriahan HUT ke-80 RI," terang Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kamis (14/8) sebagaimana dilansir dari Radar Bogor.
Dia menjelaskan, rangkaian peringatan HUT ke-80 RI dilakukan sejak 9 Agustus. Diawali penjemputan bendera pusaka di Desa Malasari, Nanggung, dengan cara kirab dari kecamatan ke kecamatan lainnya.
Hal ini dilakukan bukan untuk seremonial, melainkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah yang dilintasi kirab.
"Salah satunya dengan menjalankan Program Gerakan Pangan Murah (GPM), Gebyar Administrasi kependudukan dan memberikan insentif dari badan pendapatan daerah Kabupaten Bogor serta kegiatan lainya," jelas dia.
"Dan hari ini kita juga melangsungkan kegiatan kirab Bendera Merah Putih dengan didukung oleh TNI Polri, stakeholder, hingga masyarakat," lanjutnya.
Dalam kesempatan ini, Rudy bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi beserta OPD, Camat hingga kepala Desa/lurah meminta maaf kepada warga Kabupaten Bogor, apabila masih belum bisa memberikan kebahagian.
"Masih banyak yang harus kita benahi, masih banyak yang harus kita selesaikan bersama. Tentu Kabupaten bogor akan kuat jika kita semua saling mendukung dan saling bahu membahu, karena kita tidak bisa bekerja sendiri," tuturnya.
Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Ria Marlisa menyampaikan, Kirab Bendera Merah Putih kali ini diikuti sebanyak 8.500 peserta.
"Jumlah bendera ada 3 macam, panjangnya itu kurang lebih 600 meter. Bendera yang dibawa dengan tongkat itu ada 2.500, dan yang dipegang anak sekolah itu ada 5.000," kata Ria.
Dia juga menyebut, kirab ini pun disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat. Mereka tumpah ruah ke jalan untuk menyaksikan jalannya kirab.
Editor : Bayu Putra