JP Bogor – Ratusan siswa kelas 1 hingga kelas 4 SDN 1 Kencana Kota Bogor harus belajar dalam tenda dan beralaskan tanah. Kondisi itu tidak lepas dari bangunan sekolah mereka yang belum bsia ditempati.
Saat ini, bangunan SDN 1 Kencana kota Bogor tengah direnovasi agar lebih layak digunakan untuk proses belajar mengajar.
Hanya saja, tidak ada alternatif bangunan permanen yang bisa digunakan sebagai pengganti ruang kelas sementara. Karena itu, para siswa terpaksa belajar di dalam tenda.
Ada dua tenda yang terpasang di tanah kosong dekat sekolah itu. Kedua tenda tersebut dibagi menjadi empat rombongan belajar (rombel). Setiap rombel berisi 28 siswa, dan disekat oleh bekas spanduk.
"Iya, karena sedang direvitalisasi bangunannya, jadi kami laksanakan KBM di tenda ini," kata Guru SDN kencana 1, Frida Nur Afifah sebagaimana dilansir dari Radar Bogor, Jumat (8/8).
Ia mengatakan, kelas darurat yang menggunakan tenda tersebut dipakai oleh siswa kelas 1 sampai 4. Kegiatan belajar dibagi dalam dua sif.
Untuk kelas 1, 2, dan sebagian kelas 3 belajar dari pagi hingga siang. Kemudian kelas 3 hingga kelas 4 dari siang sampai sore.
Jika cuaca kurang mendukung, siswa SD yang masuk siang akan dipulangkan lebih cepat. "Jadi yang pulang sore, kalau cuaca kurang mendukung dipulangkan lebih cepat," imbuhnya.
Editor : Bayu Putra