JawaPos.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan pentingnya penguatan tata kelola koperasi berbasis digital. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui aktivasi Dashboard Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan integrasinya dengan Aplikasi Sindang (Sistem Informasi Perdagangan).
Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dalam peluncuran KDMP secara nasional yang digelar serentak melalui Zoom Meeting bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam arahannya, Bupati Dony menekankan bahwa dashboard bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan instrumen vital dalam manajemen koperasi modern.
“Seluruh KDMP di Sumedang harus aktif, dan dashboard-nya wajib terintegrasi dengan Aplikasi Sindang. Karena dari situlah kita tahu kondisi riil, jumlah anggota, jenis usaha, hingga transaksi keuangan. Tanpa data, kita tidak bisa ambil keputusan tepat,” tegasnya.
Bupati menyampaikan, Pemkab Sumedang saat ini telah memiliki dashboard yang memuat data dari 277 KDMP yang seluruhnya telah berbadan hukum. Lewat sistem tersebut, pemerintah daerah bisa memantau langsung berbagai indikator koperasi mulai dari jenis usaha, struktur organisasi, pertumbuhan anggota, hingga arus transaksi dan laporan keuangan.
“Good data, good decision, good result. Kalau dashboard ini tidak digunakan, maka kita kehilangan kendali dan arah pembangunan koperasi. Dengan dashboard, kita bisa mengarahkan, mengendalikan, hingga mengevaluasi secara presisi,” lanjutnya.
Ia pun meminta Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Sumedang untuk terus melakukan pendampingan. Mulai dari pemutakhiran data secara berkala hingga pelatihan teknis untuk para pengelola KDMP di tingkat desa dan kecamatan.
Setiap transaksi keuangan, perubahan anggota, hingga pergeseran struktur organisasi koperasi harus tercatat otomatis dalam dashboard dan langsung terkoneksi ke sistem Aplikasi Sindang. Hal ini, menurut Bupati, menjadi bagian dari prinsip akuntabilitas dan transparansi publik yang harus ditegakkan.
“Saya tidak ingin sistem ini sekadar formalitas. Harus fungsional. Buatkan tutorialnya, tempelkan template-nya. Pastikan semua koperasi berjalan dalam satu platform agar mudah dipantau, diukur, dan dibina,” instruksinya kepada DKUKMPP.
Lebih jauh, ia berharap sistem ini dapat membentuk ekosistem koperasi yang sehat, mandiri, dan berbasis prinsip syariah. Dashboard bukan hanya alat administratif, tapi jembatan untuk mengawal manfaat nyata koperasi bagi masyarakat.
“Kita ingin KDMP bukan hanya simbol, tapi menjadi solusi. Rakyat harus merasakan manfaatnya: sembako murah, pupuk murah, LPG murah, dan terbebas dari rentenir dan pinjaman online ilegal. Semua itu harus bisa kita pantau lewat dashboard,” pungkas Bupati Dony.
Editor : Dhimas Ginanjar