JP Bogor - Menantu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sekaligus Wakil Bupati Garut, Putri Karlina mengunggah surat terbuka terkait meninggalnya 3 orang di rangkaian acara pernikahannya Jumat (18/7) lalu.
Namun, ia menutup kolom komentar di unggahan tersebut. Surat terbuka itu dia unggah usai pesta rakyat yang jadi bagian acara pernikahannya dengan Maula Akbar Mulyadi Putra menjadi sorotan karena memakan korban jiwa.
Pada unggahan surat terbuka yang berisi curahan hati, permintaan maaf, dan penyesalan mendalam atas tragedi tersebut, tidak tampak tombol komentar.
Sementara di unggahannya yang lain sebelum surat itu, kolom komentar masih terbuka. Beberapa netizen terlihat mengirim protes, menuntut Wakil Bupati Garut itu memberikan respons atas meninggalnya 3 orang di rangkaian acara pernikahannya tersebut.
Dalam surat itu, Putri menegaskan tidak pernah berniat mencelakakan siapa pun dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
“Tidak ada setitik pun terbayang dalam benak, atau terselip dalam hati, niat buruk untuk mencelakakan siapa pun,” tulis Putri dalam pembuka suratnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hidup tak luput dari masalah demi masalah, dan bahwa musibah yang datang harus dihadapi dengan sabar serta tawakal. Dalam surat tersebut, ia berjanji akan tetap hadir untuk mendampingi para korban dan keluarganya melewati masa sulit.
“Saya memohon maaf untuk apa yang terjadi. Saya dan keluarga telah dan akan selalu membersamai para korban melalui masa sulitnya,” tulisnya.
Meski tengah diterpa musibah besar, anak perempuan Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto itu menyatakan akan tetap menjalankan amanah sebagai wakil pimpinan daerah, dan terus berusaha menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi sesama.
Setelah surat tersebut ramai diperbincangkan publik, kolom komentar Instagram Putri Karlina langsung ditutup.
Diduga hal ini dilakukan untuk menghindari banjir komentar negatif dan menjaga suasana tetap kondusif di tengah proses hukum dan masa berkabung para korban.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden yang terjadi dalam pesta pernikahan tersebut.
Sementara itu, warganet terbelah antara yang menyampaikan dukungan dan doa, dan yang mengkritisi penyelenggaraan acara hingga menimbulkan korban jiwa.
Editor : Bayu Putra