JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya merasakan sendiri horornya jalan tambang di Parung Panjang Bogor.
Saat hendak menuju lokasi acara Nganjang ka Warga di Parung Panjang, dia berhadapan dengan deretan truk tambang yang memenuhi jalanan. Alhasil, Dedi terjebak macet.
Mantan Bupati Purwakarta itu seharusnya tiba di lapangan Parung Panjang sekitar pukul 19.30 WIB. Namun, dia telat lebih dari satu jam dari jadwal yang seharusnya karena terjebak kemacetan akibat banyaknya truk tambang.
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi mengakui bahwa Dedi terjebak dalam kemacetan di Parung Panjang sehingga tidak bisa datang tepat waktu untuk bertemu dengan warga.
"Tadi Pak Gubernur telepon, 'Pak Wakil Bupati sambutan dulu ya, karena kondisinya macet total. Tapi saya tergantung Pak Wakil Bupati, saya lanjut ke Parung Panjang apa balik saja'," ujar pria yang akrab disapa Jaro Ade itu, menirukan perkataan Dedi di atas panggung.
Truk-truk tambang memang tetap beroperasi meski ada agenda Dedi ke Parung Panjang. Dampaknya Jelas: Kemacetan panjang di jalan menuju lokasi acara. Namun berusaha diurai oleh petugas melalui rekayasa lalu lintas.
Puncak kemacetan terjadi ketika acara hiburan bersama Dedi Mulyadi selesai sekitar pukul 22.30 WIB. Jalanan dari dua arah saling mengunci, dan petugas kesulitan untuk mengatasi. Karena truk tambang berukuran jumbo sudah mengular dan memenuhi jalanan.
Kemacetan diperparah dengan banyaknya sepeda motor yang keluar secara bersamaan memadati jalanan di Mohamad Toha Parung Panjang.
Jaro Ade mengungkapkan, dia bersama Bupati Bogor Rudi Susmanto berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur di Parung Panjang. Tidak hanya jalanan yang rusak akibat truk bermuatan besar, tapi juga akan membangun jalur khusus tambang sebagai solusi jangka panjang.
"Mohon maaf, Pak Bupati tidak bisa hadir malam ini karena beliau ada rapat untuk pembebasan lahan jalan tambang," kata Jaro Ade.
Dia mengatakan, ke depannya, investasi di Parung Panjang dan sekitarnya akan diusahakan lebih ramah lingkungan. Mengingat ada banyak permukiman di kawasan tersebut.
"Akan kita arahkan investasi yang ramah. Misalkan kayak pabrik, yang dapat mengakomodir lapangan kerja buat masyarakat setempat," ungkapnya.
Dedi Mulyadi Menangis di Atas Panggung
Di atas panggung di hadapan ribuan warga Parung Panjang, Dedi Mulyadi mengungkapkan kesedihannya setelah merasakan secara langsung pengalaman berhadapan dengan truk bermuatan besar di Parung Panjang.
Dia mengaku sedih dan sampai menangis, tidak tega melihat rakyatnya setiap hari dihadapkan pada debu jalanan yang sangat mengganggu. Sehingga membahayakan kesehatan masyarakat Parung Panjang.
Dedi mengaku tidak rela warga Parung Panjang dan sekitarnya mengalami gangguan pernapasan akibat aktivitas truk tambang.
Mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali penyakit. Sedangkan yang kaya raya dari musibah ini adalah pengusaha tambang yang tidak tinggal di Parung Panjang.
Editor : Bayu Putra