Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Ketahui Tata Cara Memandikan Jenazah dalam Agama Islam

Abdul Hamid Dhaifullah • Sabtu, 14 Juni 2025 | 13:19 WIB
Ilustrasi pengafanan jenazah (Dok. Pinterest)
Ilustrasi pengafanan jenazah (Dok. Pinterest)

JP Bogor – Kematian bukanlah akhir, melainkan permulaan dari perjalanan menuju keabadian. Dalam ajaran Islam, penghormatan terakhir kepada seseorang yang telah wafat diawali dengan memandikan jenazah. Proses ini bukan sekadar ritual fisik, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam sebagai wujud cinta, penghormatan, dan pengabdian kepada Sang Pencipta.

Memandikan jenazah dalam Islam, termasuk di lingkungan Muhammadiyah, merupakan bagian penting dari penyelenggaraan fardhu kifayah. Ini artinya, kewajiban itu cukup dijalankan oleh sebagian kaum Muslimin, namun jika tak ada yang melakukannya, maka seluruh umat berdosa.

Tugas suci ini diawali dengan persiapan yang matang. Ruangan untuk memandikan jenazah dipastikan tertutup dan bersih, terlindung dari pandangan orang luar, demi menjaga kehormatan jenazah. Air hangat, sabun lembut, kain kafan, kapas, kapur barus, hingga perlengkapan pembersih lain seperti gunting kuku, gulungan kain kecil untuk hidung dan mulut, serta sarung tangan menjadi peralatan yang wajib disiapkan.

Uniknya, tidak semua jenazah wajib dimandikan. Jenazah yang wajib dimandikan antara lain mereka yang beragama Islam, bukan mati syahid, serta memiliki bagian tubuh yang masih bisa dimandikan. Sementara itu, mereka yang mengalami keguguran atau wafat dalam kandungan tidak diwajibkan dimandikan.

Orang yang memandikan jenazah pun harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Mengutip dari baznasjabar.org, orang yang memandikan haruslah seorang Muslim, baligh, berakal, jujur, shalih, terpercaya, paham tata cara memandikan jenazah, serta mampu menjaga aib jenazah. Jika memungkinkan, tugas ini lebih utama dijalankan oleh anggota keluarga atau kerabat dekat.

Selain itu, menjaga aurat jenazah tetap menjadi prinsip utama. Laki-laki memandikan jenazah laki-laki, dan perempuan memandikan jenazah perempuan. Pengecualian hanya berlaku antara pasangan suami-istri.

Berangkat dari penjelasan sebelumnya, berikut adalah tata cara memandikan jenazah secara berurutan mengutip dari laman baznasjabar.org dan fahum.umsu.ac.id:

1. Niat

Sebelum memulai, petugas memantapkan niat dalam hati untuk memandikan jenazah sebagai bentuk ibadah dan mencari ridha Allah SWT. 

2. Persiapan Jenazah

Periksa kondisi tubuh jenazah. Jika kuku panjang, dipotong sesuai ukuran wajar. Luka pada tubuh ditutup dengan plester untuk mencegah keluarnya darah.

3. Mengeluarkan Kotoran

Kepala jenazah diangkat setengah duduk, perut ditekan perlahan agar sisa kotoran keluar. Setelah itu, tubuh disiram hingga bersih.

4. Membersihkan Bagian-Bagian Tertentu

Kemaluan depan (qubul) dan belakang (dubur) dibersihkan dengan penuh kehormatan.

5. Memandikan Seluruh Tubuh

Memandikan dimulai dari sisi kanan tubuh, dari kepala, leher, dada, hingga kaki. Air dituangkan sembari menggosok tubuh dengan sarung tangan atau kain lembut, dilakukan dengan penuh kelembutan agar tidak melukai tubuh.

6. Pengulangan dan Penyucian

Pemandian boleh diulang hingga tiga kali atau lebih, menyesuaikan kebutuhan kebersihan. Setelah selesai, jenazah diwudhukan sebagaimana wudhu sebelum shalat, dengan sedikit penyesuaian pada bagian mulut dan hidung.

7. Penggunaan Wewangian dan Daun Bidara

Sebagai bentuk penyucian tambahan, rambut jenazah dapat dicuci dengan air perasan daun bidara atau kapur barus, yang memberikan keharuman alami.

8. Pengeringan

Jenazah dikeringkan dengan handuk bersih, menandai berakhirnya proses pemandian dan bersiap menuju tahap pengkafanan.

Setelah pemandian selesai, jenazah akan dikafani sesuai syariat, dishalatkan, lalu dimakamkan. Setiap tahap dilaksanakan dengan penuh kehormatan dan doa-doa pengantar menuju alam keabadian.

Editor : Candra Mega Sari
#agama islam #memandikan jenazah #tata cara