Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Dedi Mulyadi Sindir Pejabat Negara dalam Khutbah Idul Adha: Banyak Pejabat Pakai Mobil Dinas Antar Anak Sekolah

Rian Alfianto • Sabtu, 7 Juni 2025 | 15:26 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Tim Media KDM)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Tim Media KDM)

JP Bogor – Gubernur Jawa Barat Dedi menyampaikan Khutbah hari raya Idul Adha di Cirebon. Dalam khutbahnya, ia tak segan menyindir para pejabat yang memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

Dia menantang para pejabat negara utuk berhenti memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, karena fasilitas itu diberikan untuk menunjang pekerjaannya.

Dia mengingatkan umat Islam agar mengenang pengorbanan agung Nabi Ibrahim AS dan ketundukan total Nabi Ismail AS dalam momen kurban.

“Hari ini bukan sekadar berkurban kambing atau sapi. Hari ini kita diperintahkan meneladani keberanian Nabi Ibrahim, ketaatan Nabi Ismail, dan integritas Nabi Muhammad SAW. Semua itu harus hidup dalam perilaku dan langkah kita, hari ini, sekarang!”

Mengangkat kisah-kisah terdahulu dari sejarah kenabian, Dedi mencontohkan sosok Ali bin Abi Thalib RA, pemimpin agung yang bahkan mematikan lampu saat bicara urusan pribadi.

Karena lampu itu dibiayai negara untuk mendukung kerjanya dan ia tak ingin menyalahgunakan sepeser pun dari kas negara.

“Kalau Sayidina Ali saja padamkan lampu karena itu milik negara, lalu mengapa hari ini masih banyak pejabat pakai mobil dinas antar anak sekolah, atau malah buat pacaran dan liburan keluarga?” ucap Dedi.

Mantan Bupati Purwakarta itu  juga menyentil keras praktik manipulatif yang semakin dianggap wajar di kalangan abdi negara.

“Kalau Rasulullah SAW sampai membiarkan Siti Fatimah RA menahan lapar demi menyelamatkan tawanan, kenapa kita justru sibuk memoles laporan dinas demi bisa belanja pribadi?” tegasnya.

Dalam suasana Idul Adha, Dedi mengingatkan publik dan patra pejabat bahwa amanah kekuasaan adalah bentuk ibadah, bukan ladang kemewahan.

“Rasulullah sudah mewariskan prinsip emas, pemimpin hidup dari baitulmal hanya untuk rakyat, bukan untuk dirinya,” tegasnya di hadapan warga Cirebon. Dedi menutup khutbahnya dengan melontarkan janji berani dan metaforis yang disambut sorakan “aamiin” dari masyarakat.

“Di Cirebon, tiga tahun ke depan, tidak akan ada lagi jalan berlubang. Kalau jalan berlubang saja bisa kita hilangkan, apalagi lubang-lubang moral yang masih berjalan dengan mobil dinas!” katanya.

Dedi juga mengincar perubahan sosial d tengah masyarakat. “Insya Allah tak ada lagi anak tawuran, tak ada lagi geng motor yang lempari rumah warga. Kita bangun generasi Ibrahim dan Muhammad, bukan generasi pencitraan," imbuhnya.

 

Editor : Bayu Putra
#antar anak sekolah #sindir #pejabat negara #khutbah Idul Adha #pakai mobil dinas #dedi mulyadi