Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Simbol Filosofis dari Lambang Kota Bogor, Sebuah Warisan Sejarah dan Jati Diri Suku Sunda

Abdul Hamid Dhaifullah • Sabtu, 31 Mei 2025 | 07:00 WIB
lambang Kota Bogor. (wikipedia.com)
lambang Kota Bogor. (wikipedia.com)

JP Bogor — Di tengah upaya modernisasi dan pembangunan yang terus bergulir di Kota Hujan, lambang Kota Bogor tetap berdiri sebagai penanda identitas, sejarah, dan filosofi mendalam. Tak sekadar gambar statis di atas dokumen resmi atau monumen, lambang ini adalah narasi visual tentang asal-usul, harapan, dan nilai-nilai yang dijunjung oleh kota yang pernah menjadi pusat Kerajaan Sunda ini.

Melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Bentuk dan Lambang Kota Bogor yang telah dibahas tahun 2024 kemarin, Pemerintah Kota Bogor mempertegas pentingnya merawat simbol warisan sejarah ini. Setiap elemen dalam lambang Kota Bogor tidak hadir tanpa alasan, ia adalah bagian dari mozaik yang membentuk kepribadian kota.

Empat warna utama yang mendominasi lambang Kota Bogo, emas, merah, biru, dan hijau, bukanlah pilihan dekoratif semata. Warna emas melambangkan kemuliaan dan keagungan, mencerminkan harapan agar Kota Bogor senantiasa menjadi tempat yang dihormati dan dijaga kemurniannya. Merah melambangkan keberanian, semangat juang, dan keteguhan hati warganya dalam menghadapi berbagai tantangan.

Warna biru menggambarkan kedamaian, ketenangan, serta kearifan lokal yang berpadu dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan hijau merepresentasikan alam Bogor yang subur dan lestari, sekaligus menandakan kehidupan yang berkelanjutan, penuh harapan dan pertumbuhan.

Di kiri atas lambang, tergambar burung Garuda berwarna emas, Lambang Negara Republik Indonesia. Letaknya di posisi tertinggi bukan tanpa makna, Kota Bogor menegaskan identitasnya sebagai bagian tak terpisahkan dari bangsa ini, menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kanan atas menampilkan gambar Istana Bogor berwarna perak, sebuah simbol sejarah penting. Istana ini bukan hanya warisan kolonial, tetapi juga titik temu antara sejarah nasional dan lokal. Ia mencerminkan keterbukaan, diplomasi, dan peran Bogor dalam panggung nasional.

Di kiri bawah, hadir lukisan Gunung Salak yang khas dengan empat puncaknya. Gunung ini menjadi simbol kekokohan dan keteguhan. Lebih dari sekadar lanskap geografis, Gunung Salak adalah penjaga spiritual dan identitas alam Bogor sejak masa prasejarah.

Sementara di kanan bawah, terdapat kujang, senjata khas Sunda, mengakhiri susunan simbolik ini. Kujang bukan hanya senjata, tetapi lambang kebijaksanaan, kewibawaan, dan kekuatan rakyat Sunda. Ia mewakili nilai-nilai luhur warisan Kerajaan Pajajaran yang masih hidup dalam denyut nadi Kota Bogor hari ini.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#simbol #kota bogor #filosofi #lambang