Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Siswa Nekat Tawuran di Jam Malam sampai Masuk RS, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Pastikan Tidak akan Ada Bantuan

Nanda Prayoga • Jumat, 30 Mei 2025 | 23:06 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers kepada awak media di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers kepada awak media di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JP Bogor – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjelaskan aturan jam malam bagi pelajar serta konsekuensinya.

Dia menegaskan bahwa pelajar yang berkelahi pada jam malam bahkan sampai masuk rumah sakit tidak akan dibantu oleh pemprov Jabar.

"Saya tegaskan, setelah gubernur memberlakukan jam malam, kalau nanti ada anak Jawa Barat yang berkelahi, yang dibacok, yang dirampok di jalan (tidak dibantu)," kata Dedi saat acara “Nganjang ka Warga” di Subang, sebagaimana dikutip dari Radar Bogor.

Dedi menjelaskan, jam-jam rawan siswa terlibat perkelahian atau tawuran adalah antara pukul 23.00 hingga 02.00 WIB.

Dalam hal menentukan lokasi tawuran, mereka biasanya sudah membuat janji terlebih dahulu di media sosial.

"Kamu itu, orang tua kamu mempunyai utang banyak, tidak ada pekerjaan, kuli murah. Memikirkan anaknya berkelahi," ucapnya.

Karena itu, Dedi meminta agar cara bersikap dan berpikir orang Jawa Barat diubah, terutama keluarganya.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga membahas soal fasilitas jam malam. Dia menyinggung kelengkapan peralatan, sarana, dan prasarana yang akan digunakan untuk mendukung penerapannya. 

Dia mengimbau para siswa yang tidak memiliki kegiatan yang dikecualikan dalam edaran, bisa beraktivitas di rumah. "Nyeuseuh kegiatan, sasapu kegiatan, nyetrika kegiatan," imbuhnya.

 

Editor : Bayu Putra
#tawuran #Gubernur Jabar Dedi Mulyadi #siswa #bantuan #masuk rs #jam malam #Tidak Ada