JP Bogor – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Belakangan Ini kerap viral dan jadi bahan perbincangan di media sosial. Bahkan beberapa pihak sampai menjuluki dia sebagai gubernur konten.
Tidak heran, sebab ia memiliki tim produksi konten yang solid, rapi, dan professional. Tak sekadar jadi sumber informasi, konten Dedi Mulyadi di medsos seperti Instagram, TikTok, dan YouTube juga diketahui menghasilkan cuan yang tak sedikit.
Saat ini, kanal YouTube miliknya yang Bernama Kang Dedi Mulyadi Channel, hingga Rabu (21/5) sudah memiliki 7,38 juta subscriber. Lalu akun TikTok @dedimulyadiofficial dengan 7,3 juta pengikut serta Instagram @dedimulyadi71 telah diikuti 4,1 juta akun.
Namun, Dedi bukan baru-baru ini saja membuat konten di media sosial. Dilansir dari Radar Bogor, Dedi Mulyadi mulai ngonten sejak 7 tahun silam dengan kondisi seadanya.
Jejak digitalnya terlihat di kanal YouTube-nya. Dedi tercatat mengunggah video pertamanya pada 17 November 2017.
Video itu berisi pidato singkat dengan judul "Pidato Kang Dedi Mulyadi Ini Bikin Sedih", dan telah ditonton lebih dari 23 ribu kali. Dalam video berdurasi 1 menit 3 detik itu Dedi tampak sedang berpidato di hadapan para kader Partai Golkar.
Pidato Dedi Mulyadi pada video pertamanya itu disampaikan pada momen jelang pencalonannya sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat.
Dedi yang saat itu masih menjadi politikus Partai Golkar, ikut berkontestasi di Pilkada Jawa Barat 2018.
Kala itu, Dedi maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi calon gubernur Deddy Mizwar. Duet Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi ketika itu belum mampu memikat hati masyarakat Jabar dan mengantarnya ke kursi eksekutif.
Sebab, pada pilgub Jabar 2018, yag menang adalah pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum. Mereka menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023.
Unggahan video pertama Dedi Mulyadi di kanal YouTube-nya tetap menyedot perhatian meski sudah 7 tahun lalu.
Masih banyak warganet yang baru-baru ini menyaksikan video pertama sang gubernur. Itu terlihat dari kolom komentar di postingan video pertama Dedi Mulyadi yang berisi komentar-komentar baru.
Editor : Bayu Putra