JP Bogor - Sosok Aura Cinta, remaja yang tinggal bantaran sungai di wilayah Cikarang Kabupaten Bekasi kini viral di Media Sosial.
Dia membuat video kritikan pada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Yang intinya memprotes penggusuran tanpa musyawarah dan larangan wisuda atau perpisahan sekolah di Jabar.
Video itu diunggah di akun TikTok miliknya, @iam_auracinta setelah rumahnya di bantaran sungai dibongkar pemerintah.
"Lucu ya, katanya pembangunan, tapi yang dikorbanin rakyat kecil. Proyek-proyek besar terus diluncurin, mulai dari larangan motor, sekolah tanpa wisuda, bahkan bendungannya bikin warga terusir dari rumahnya, katanya untuk rakyat tapi kenapa justru rakyat kecil yang dikorbanin," ungkap Aura dalam video yang diunggahnya.
Dilansir dari Radar Bogor, hingga Minggu (27/4) malam, video tersebut telah ditonton 5 juta kali dan mendapat lebih dari 54 ribu komentar warganet. Sebagian besar mengkritik sikap Aura.
Setelah video itu viral, Dedi mengundang Aura dan kedua orang tuanya. Pertemuan Aura dengan Dedi berlanjut dnegan debat yang cukup panas.
Aura tetap dengan pendiriannya memprotes kebijakan Pemprov Jabar khususnya soal larangan wisuda atau perpisahan sekolah.
Dalam kesempatan itu, Dedi menjelaskan kepada Aura bahwa kebijakan larangan itu diambil karena banyak orang tua yang protes atas wisuda atau perpisahan yang biayanya dianggap membebani.
"Tidak boleh ada beban untuk orang tua. jangan sampai BOS dibayar pemerintah tapi siswanya hura-hura," kata Dedi Mulyadi dalam video yang diunggahnya di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"Harusnya kritik pemerintah yang tidak memperhatikan pendidikan. Ini pemerintahnya memperhatikan pendidikan. Melarang gurunya bikin pungutan. Harusnya siswa mengkritik sekolah yang membiarkan pungutan," sambung mantan Bupati Purwakarta itu.
Meski telah mendapat penjelasan, Aura tetap berharap kegiatan perpisahan atau wisuda sekolah tetap diadakan dengan biaya yang bisa ditekan.
"Mohon maaf ya pak saya bukan menolak kebijakan bapak. (Wisuda sekolah) jangan dihapus pak, Nggak semua orang bisa terima," kata Aura kepada Dedi Mulyadi.
Profil Aura Cinta
Sosok Aura Cinta yang mengenakan baju hitam dengan rambut tergerai menyedot perhatian para undangan Dedi Mulyadi. Dalam kesempattan itu, Dedi mengucapkan terima kasih kepada Aura atas kritikannya.
"Terima kasih sudah mengkritik, makanya saya undang. Kenapa kritikannya di-bully banyak orang, karena itu tadi. Orang lagi susah-susahnya cari duit, gak mampu bayar wisuda, bayar perpisahan, ini teriak-teriak ingin ada perpisahan lagi, wisuda lagi," kata Dedi.
Aura dan keluarganya berasal dari Solo, Jawa Tengah, yang saat ini tinggal di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Ayahnya mencari nafkah sebagai pedagang, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Aura mengaku sebagai lulusan SMA Negeri 1 Cikarang, dan saat ini berencana melanjutkan kuliah ke Universitas Indonesia (UI) jurusan Filsafat.
"Mau kuliah, mau di mana?" tanya Dedi Mulyadi.
"Di Universitas Indonesia," jawab Aura Cinta.
Di media sosialnya Aura kerap mengunggah konten tentang make up serta fashion. Sampai Minggu (27/4), akun TikTok-nya telah memiliki 7 ribu lebih pengikut. Sedangkan di Instagram, Aura memiliki akun @iam_auracinta dengan pengikut 15,9 ribu.
Dalam keterangan biodata, Aura Cinta menuliskan dirinya sebagai seniman, fashion model, dan on screen talent. Ia juga memiliki akun YouTube Aura Cinta yang juga membagikan konten tentang kecantikan atau make up.
Orang tua Aura Cinta mengakui bahwa mereka tinggal di bantaran sungai dan di atas tanah negara sejak lama.
Setelah pertemuan itu, orang tua Aura sempat meminta maaf kepada Dedi. "Biasa namanya juga anak muda, kritis, bagus, tapi harus objektif," pesan Dedi Mulyadi.
Editor : Bayu Putra