Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi hendak Tertibkan Bangunannya yang Liar, Penjual Gorengan di Kabupaten Subang Ini Sujud Syukur karena Dibantu

Bayu Putra • Minggu, 20 April 2025 | 23:39 WIB
Wanita penjual gorengan melakukan sujud syukur usai mendapat bantuan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)
Wanita penjual gorengan melakukan sujud syukur usai mendapat bantuan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)

JP Bogor – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menertibkan sejumlah bangunan liar yang berdiri di atas tanah pemerintah, khususnya milik Pemprov Jabar. Kali ini, sasaran penertiban adalah bangunan liar di Kabupaten Subang.

Salah satunya warung milik seorang wanita yang berjualan gorengan dan makanan lainnya. Ia mendirikan bangunan di atas tanah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jawa Barat. Bangunan itu ia gunakan sebagai tempat tinggal serta warung makanan. 

Dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Dedi menanyakan awal mula wanita itu mendirikan bangunan di atas tanah milik pemerintah. 

Wanita asal dari Cikawali, Subang, itu lalu mengakui bahwa dia mendirikan bangunan tanpa izin di tanah pemerintah.

Namun, selama ini kondisinya aman-aman saja. Dia mengaku belum pernah ditegur oleh pemerintah setempat meski bangunannya tergolong liar. Mendengar hal itu, Dedi pun menganggapnya sebagai pembiaran.

"Ibu bangun ini dulu habis berapa?" tanya Dedi, sebagaimana dilansir dari Radar Bogor. 

"Kalau ditotalin habis Rp 45 jut. Sedikit-sedikit pasang listrik, sumur. Tidurnya di sini," jawab wanita tersebut. Dia mengaku sudah tak memiliki rumah, sehingga memilih membangun sambil berjualan di tanah pemerintah. 

"Ada yang negur nggak?" tanya Dedi lagi.

"Nggak ada, nggak ada yang negur," kata wanita itu. Dia mengaku sudah sekitar tiga tahun tinggal di rumah tersebut dan belum pernah mendapat surat peringatan dari pemerintah terkait. 

Sementara, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat yang juga berada di lokasi menyebut telah memberi peringatan kepaada pemilik bangunan liar dengan memasang plang di lokasi.

Mendengar jawaban tersebut, Dedi meminta agar penertiban bukan sekadar memasang plang di lokasi. Sebab, hal itu tak akan membuat masyarakat jera mendirikan bangunan liar.

"Hanya plang orang nggak takut. Akibanya seperti sekarang. Pembiarannya terlalu lama. Kalau udah gini kasihan tapi kan harus ditertibkan," ujar mantan Bupati Purwakarta itu. 

Dedi mengatakan, sejak dulu ia ingin menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas tanah pemerintah. Hanya saja dulu ia tidak memiliki kewenangan. 

Kini, saat sudah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi akan menertibkan bangunan-bangunan liar yang berdiri di atas tanah pemerintah. Salah satunya di atas tanah DBMPR Jawa Barat.

Usai mendengar keterangan wanita tersebut, Dedi kemudian memberikan uang sebesar Rp 5 juta untuk biaya makan selama sekitar satu bulan, atau selama area itu dirapikan.

"Makasih pak, makasih ya Allah," ucap wanita itu usai menerima uang dari Dedi. Dedi juga bertanya terkait anak-anak wanita tersebut. Rupanya, wanita yang tak disebutkan namanya itu memiliki anak yang baru lulus SD dan akan masuk ke SMP.

Selain itu, ia juga memiliki anak yang menempuh pendidikan di pesantren tingkat SMP tetapi ijazahnya ditahan karena masih memiliki tunggakan. Sehingga tidak bisa melanjutkan ke SMA. 

Mendengar kabar ada ijazah yang masih ditahan, Dedi langsung meminta Bupati Subang Reynaldi Putra Andita yang mendampingi di sampingnya untuk segera menangani persoalan tersebut.

"Nanti hari Senin diambilin sama Pak Bupati," kata Dedi, disambut gembira wanita itu. Dedi juga menyerahkan sejumlah uang untuk biaya anak wanita itu bersekolah. Hal itu membuat di Wanita terharu, bahkan sampai sujud syukur di hadapan Dedi.

"Nuhun ya Allah Nuhun," ucap wanita tersebut sambil terus menyampaikan terima kasih kepada Dedi.

Editor : Bayu Putra
#bangunan liar #kabupaten subang #Gubernur Jabar Dedi Mulyadi #sujud syukur #Tertibkan #penjual gorengan #dibantu #wanita