Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengenal Sosok Kapten TB A. Basyuni: Pahlawan Bogor yang Terabaikan dan Kini Diperjuangkan

Abdul Hamid Dhaifullah • Sabtu, 19 April 2025 | 13:00 WIB
Ilustrasi pejuang. (unplash)
Ilustrasi pejuang. (unplash)

JP Bogor – Di tengah gegap gempita peringatan hari kemerdekaan, nama-nama pahlawan nasional kerap digaungkan. Namun, dari Kota Bogor, terselip satu nama yang nyaris tenggelam di balik sejarah resmi, Kapten Tubagus Achmad Basyuni, atau yang dikenal dengan TB A. Basyuni.

Berbeda dengan sosok-sosok pahlawan lokal seperti Kapten TB Muslihat yang telah diabadikan dalam nama jalan dan patung di pusat kota, Kapten TB A. Basyuni justru seakan dilupakan.

Padahal, di masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Kaptem TB A. Basyuni adalah atasan langsung dari Kapten TB Muslihat, memimpin perlawanan di wilayah Bogor dalam formasi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya, Menteri Panglima Angkatan Darat saat itu, Jenderal A.H. Nasution, menghadiahkan sebidang tanah di kawasan Babakan Pasar, Bogor, kepada Kapten TB A. Basyuni. Tanah seluas 1,2 hektare itu kemudian terdaftar secara resmi di Djawatan Pendaftaran Tanah Milik Indonesia, dengan bukti Letter C No. 840, Persil 16 kelas desa D.I.

Namun, sejarah mencatat bukan dengan tinta emas, melainkan dengan jejak pengabaian. Tanah yang merupakan hak pribadi pejuang ini perlahan-lahan diambil alih dan digunakan oleh berbagai institusi pemerintah, tanpa kejelasan status atau ganti rugi.

Kini, keluarga besar Kapten TB A. Basyuni menggugat Pemerintah Kota Bogor dan sejumlah instansi terkait, seperti BKAD, BPN, hingga Perumda Pasar Pakuan Jaya. Mereka menuntut pengakuan atas kepemilikan lahan yang kini dijadikan kawasan pasar dan kantor kelurahan Gudang.

Menurut kuasa hukum keluarga, Rd. Anggi Triana Ismail, sengketa ini bukan semata persoalan tanah, tetapi upaya memulihkan nama dan kehormatan seorang pejuang yang dilupakan. Dalam sidang pertama yang digelar pada Januari 2023, para pihak hadir secara kooperatif. Proses hukum pun masih terus berlangsung.

Kapten TB A. Basyuni diketahui sempat membangun Pasar Padasuka pada tahun 1965 sebagai bentuk kontribusinya terhadap ekonomi lokal. Namun pada 1975, pengelolaan pasar ini diambil alih oleh Pemkot Bogor tanpa dasar hak yang jelas. Hingga hari ini, Pasar Padasuka masih dikelola oleh Perumda PPJ, tanpa pernah menyelesaikan status kepemilikan yang sah dengan keluarga Kapten TB A. Basyuni.

Bahkan, kantor Kelurahan Gudang pun dibangun di atas lahan yang sama, hanya berstatus pinjam pakai. Hal ini mempertegas betapa besar kontribusi  Kapten TB A. Basyuni, baik dalam medan tempur maupun dalam pembangunan masyarakat. Sayangnya, kontribusi itu dibalas dengan pengabaian.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#Kapten Tubagus Achmad Basyuni #sejarah #bogor #pejuang #pahlawan