JawaPos.com – Polemik pemotongan dana kompensasi sopir angkot di kawasan Puncak Bogor, yang sempat mencuat setelah diungkap oleh salah seorang sopir bernama Emen, kini memasuki babak baru.
Setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung menyelesaikan persoalan itu, Emen justru meminta agar pernyataannya dalam video viral sebelumnya diralat.
Dalam video terbaru yang diunggah akun Instagram @dedimulyadi71, Emen menyampaikan bahwa persoalan telah tuntas. “Dari kemarin mulai diinterogasi Pak Dedi sampai hari ini, Alhamdulillah udah klir,” ujarnya, dikutip Sabtu (5/4).
Emen mengatakan tidak ada lagi pungutan dari oknum Dinas Perhubungan dan dana sebesar Rp 1 juta yang sempat dipotong dari para sopir telah dikembalikan.
Ia juga mengaku telah bertemu langsung dengan Organda, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, dan Dinas Perhubungan Jawa Barat untuk membahas penyelesaian masalah ini.
Namun, Emen secara khusus meminta agar Gubernur Dedi Mulyadi meralat video lamanya yang sempat viral. “Untuk itu Pak Dedi, yang kemarin diralat, Pak Dedi, itu tidak benar,” kata Emen.
Menanggapi pernyataan Emen, Dedi Mulyadi menolak dan memberikan respons tegas. Ia menyatakan bahwa bila dana dikembalikan, maka sebelumnya memang ada pengambilan.
“Logika sederhana: Kalau ada pengembalian, itu artinya didahului oleh pengambilan. Satu kata dari saya: SELIDIKI!!!” tulisnya dalam caption Instagram.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat mengunggah video perbincangan dengan Emen yang menyebut adanya pemotongan dana kompensasi Rp 200 ribu per orang.
Dana itu untuk "ucapan terima kasih" kepada pihak yang membantu proses administrasi kompensasi sopir agar libur di masa lebaran. Video itu viral dan memicu reaksi publik.
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Dadang Kosasih membantah keterlibatan pihaknya dalam pemotongan dana kompensasi sopir angkot.
Ia menyatakan Dishub tidak ikut campur dan telah memastikan bahwa tidak ada pungutan apa pun kepada para sopir angkot. “Kita udah sepakat bahwa semua tidak ada pemungutan yang Rp 200 ribu itu,” tegas Dadang.
Dengan pernyataan terbaru ini, isu potongan dana kompensasi sopir angkot memang diklaim telah selesai.
Namun, permintaan ralat dari Emen dan respons Gubernur Dedi Mulyadi menunjukkan bahwa polemik ini belum benar-benar usai dan perlu pendalaman lebih lanjut.
Editor : Bayu Putra