JawaPos.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor A Agus Ridallah menjadi sorotan dalam kasus pemotongan dana kompensasi sopir angkot di Puncak Bogor.
Sebab, aktivitas angkutan umum di kawasan Puncak Bogor berada di bawah pengawasan Dishub Kabupaten Bogor. Publik pun mulai menguliti sepak terjang Agus, termasuk harta kekayaannya.
Sebagai pejabat di lingkungan Pemkab Bogor, Agus tercatat memiliki harta kekayaan senilai lebih dari Rp 28 miliar. Angka itu berdasarkan laporan LHKPN yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 23 Februari 2024.
Sorotan terhadap harta kekayaan Agus mencuat usai adanya laporan dari komunitas sopir angkot Puncak Bogor mengenai pemotongan dana kompensasi yang diberikan Pemprov Jabar.
Seharusnya, para sopir menerima kompensasi berupa uang tunai Rp 1 juta dan bantuan sembako senilai Rp 500 ribu. Namun dalam praktiknya, para sopir hanya menerima uang tunai Rp 800 ribu.
Keluhan soal pemotongan tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Seorang sopir mengaku menerima dua amplop dari Dishub yang masing-masing berisi Rp 500 ribu, tetapi salah satunya tidak diserahkan kepada mereka.
Di tengah polemik itu, warganet mulai mempertanyakan integritas Agus Ridallah, terutama setelah data kekayaannya terungkap ke publik. Berikut rincian harta kekayaan Agus Ridallah berdasarkan LHKPN:
I. DATA HARTA
Tanah dan Bangunan Rp 27.390.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 226 m²/350 m² di Kab/Kota Bogor, hasil sendiri Rp 4.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 4500 m²/1000 m² di Kab/Kota Bogor, warisan Rp 9.000.000.000
- Tanah Seluas 25000 m² di Kab/Kota Bogor, warisan Rp 7.500.000.000
- Tanah Seluas 710 m² di Kab/Kota Bogor, warisan Rp 1.065.000.000
- Tanah Seluas 2370 m² di Kab/Kota Bogor, warisan Rp 2.370.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 80 m²/40 m² di Kab/Kota Bogor, warisan Rp 80.000.000
- Tanah Seluas 550 m² di Kab/Kota Bogor, warisan Rp 1.375.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 54 m²/108 m² di Kab/Kota Bogor, warisan Rp 2.000.000.000
Alat Transportasi dan Mesin Rp 590.000.000
- Mobil Honda CRV Tahun 2018, Hasil Sendiri Rp 260.000.000
- Mobil Toyota Fortuner Tahun 2016, Hasil Sendiri Rp 270.000.000
- Mobil Daihatsu Ayla Tahun 2017, Hasil Sendiri Rp 60.000.000
Harta Bergerak Lainnya Rp 80.000.000
Surat berharga Rp 0
Kas dan setara kas Rp 144.779.324
Harta lainnya Rp 0
Baca Juga: Penggemar Kerupuk Harus Tahu, Inilah Sejarah dan Jenis-Jenis Kerupuk di Indonesia!
Sub Total Rp 28.204.779.324
II. Utang Rp 0
III. Total Harta Kekayaan (I-II) Rp 28.204.779.324
Editor : Bayu Putra