JP Bogor - Pembongkaran taman wisata Hibisc Fantasy di Puncak, Kabupaten Bogor sudah mendekati 100 persen.
Nyaris seluruh area yang sebelumnya banyak wahana permainan warna-warni sudah rata dengan tanah. Untuk menggantikannya, Pemerintah langsung mengembalikan fungsinya sebagai resapan air hujan dengan cara penghijauan.
Keputusan pembongkaran Hibisc Fantasy diambil pemerintah karena menyalahi izin penggunaan lahan. Pengelola mengajukan izin lahan seluas 4.800 meter persegi. Tetapi praktiknya menggunakan lahan PTPN I Regional 2 seluas 15.000 meter persegi.
Pembabatan tanaman di lokasi wisata itu, diduga memicu banjir di sejumlah wilayah beberapa waktu lalu. Termasuk di wilayah Bekasi, Jakarta, dan sekitarnya.
Setelah pembongkaran selesai dilakukan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) langsung melakukan program penanaman pohon untuk penghijauan. Upaya itu disampaikan langsung oleh Menhut Raja Juli Antoni di Jakarta, Senin (24/3).
Sebelumnya pada Sabtu (22/3) dia bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau lokasi serta melakukan simbolisasi penanaman pohon.
Raja Juli mengatakan, untuk mengembalikan fungsi serapan di bekas area Hibisc Fantasy dibutuhkan penanaman 50 ribu bibit pohon. "Disiapkan sebanyak 50 ribu bisa mengcover sekitar 200 atau 300 hektare lahan,” ujar politisi PSI itu.
Penanaman pohon itu dilakukan di Naringgul lahan PTPN I Regional 2 dan bekas Hibisc Fantasy.
Fungsi lahan sebagai serapan hujan di area Puncak, Cisarua itu dilakukan untuk menopang ketersediaan air. Serta mengatur tata air di Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Jawa Barat hingga Banten.
Penanaman pohon tidak hanya dilakukan di hulu daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung. Namun juga secara bersamaan di lakukan di DAS Kali Bekasi dan hulu DAS Cisadane.
Sejumlah pohon yang ditanam diantaranya mahoni, sirsak, jambu, mangga, hingga durian. Raja mengatakan Kemenhut bersama Pemprov Jawa Barat berkomitmen untuk terus konsisten melakukan penghijauan.
Dalam kesempatan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku sependapat dengan Menhut untuk melakukan penghijauan. Menurut dia, menanam pohon dan menjaga ekosistem adalah hal yang wajib dilakukan.
"Menanam pohon itu bagian dari kewajiban warga bumi termasuk warga Jawa Barat. Karena Jawa Barat itu penganut ajaran ideologi pohon," katanya.
Dedi mengatakan pohon itu sumber kehidupan bagi orang Sunda. Sehingga seluruh ekosistem harus dijaga. Mulai dari ekosistem di gunung sampai persawahan. "Peristiwa banjir kemarin sebenarnya kita diingatkan untuk bertaubat. Bertaubat ekologi," katanya.
Editor : Bayu Putra