JawaPos.com – Langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membongkar kawasan wisata Hibisc Fantasy Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor tengah menjadi sorotan publik.
Namun, masih banyak yang tidak mengetahui bahwa pembongkaran yang dilakukan pada Kamis (6/3) ini sebetulnya dilakukan oleh warga, bukan Pemprov Jawa Barat.
Dilansir dari Radar Bogor, mulanya warga mulai berkumpul dan menggelar aksi unjuk rasa, setelah wisata rekreasi Hibisc Fantasy Puncak Bogor di lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 itu didatangi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dedi datang bersama jajaran Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Koordinataor Bidang Pangan pada Kamis (6/3).
Dalam kunjungan itu, Dedi telah meminta agar segera dilakukan pembongkaran kepada lokasi wisata itu lantaran tidak sesuai izin. Namun, setelah Dedi beserta rombongan pulang, pembongkaran tak kunjung dilakukan.
Warga kemudian turun tangan membongkar paksa gerbang utama tersebut menggunakan alat berat yang telah ada di lokasi.
Hendrik, salah satu warga Puncak, menuding pembangunan Hibisc Fantasy Puncak menjadi pemicu bencana banjir bandang yang melanda kawasan Puncak pada Minggu (2/3) lalu.
Menurut dia, warga sudah berulang kali mengajukan audiensi dan meminta pemerintah bertindak, namun tak kunjung mendapat respons.
"Sudah berapa kali kami audiensi meminta ini untuk dibongkar tapi tidak didengar, ini harus ada korban dulu baru pemerintah turun," ucapnya di lokasi kejadian.
Tak ingin menunggu lebih lama, warga akhirnya mengambil tindakan sendiri. Setelah mendengar pernyataan Gubernur Jawa Barat yang menyatakan wisata tersebut harus dibongkar, emosi warga memuncak dan pembongkaran paksa pun terjadi.
Hendrik menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kekecewaan warga terhadap lambatnya respons pemerintah. Menurutnya, pemerintah terlalu banyak memberikan alasan dan berdalih menunggu pendataan sebelum melakukan pembongkaran.
"Pemerintah ini banyak alasan, bilangnya masih menunggu pendataan bangunan mana yang boleh dan tidak boleh dibongkar, tetapi kami warga ingin ini segera dibongkar semua," tegas Hendrik.
Dalam pembongkaran paksa itu, sempat terjadi bentrokan antara massa warga Puncak dan karyawan kawasan wisata Hibisc Fantasy. Kericuhan diduga dipicu oleh aksi pemukulan terhadap seorang sopir backhoe yang tengah membongkar gerbang utama wisata tersebut.
Insiden ini langsung memicu kemarahan warga, yang kemudian terlibat bentrokan dengan para karyawan. Aksi cek cok itu terekam dalam video yang diunggah @penamasmedia. Namun, adu mulut itu tidak berlangsung lama. "Petugas gabungan tengah memediasi kedua belah pihak yang bentrok," tulis akun tersebut.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah mengungkapkan banyak pelanggaran yang dilakukan PT Jaswita Jabar dalam pembangunan Hibisc Fantasy Puncak Bogor.
Ia menyoroti lokasi wisata yang berada di daerah dengan kemiringan tinggi serta berdekatan dengan aliran sungai yang mengarah ke pemukiman warga.
"Ini daerah kemiringan yang sangat tinggi, terus kemudian di bawahnya ada sungai, airnya mengalir ke kampung itu. Jadi banjir di kampung itu penyebabnya dari sini," jelas Dedi Mulyadi.
Sebagai langkah penanganan, gubernur memastikan kawasan ini akan dikembalikan ke fungsi awalnya sebagai kawasan hijau. Ia juga telah memerintahkan pendataan karyawan yang terdampak untuk diberikan kompensasi agar mereka bisa kembali ke kampung halaman.
"Saya tidak mau merugikan warga, saya tadi sudah minta mendata para pegawai di sini, pemprov akan memberikan kompensasi bagi mereka untuk bisa pulang kampung yang kebanyakan dari Jateng. Udah dicek satu-satu, sehingga ini ditutup, dibongkar mulai hari ini kemudian nanti menjadi tanah yang dikelola pemprov untuk menjadi hutan," jelasnya.
Editor : Bayu Putra