JP Bogor – SMA negeri dan sederajat di Kota Bogor mulai menerapkan jam masuk lebih awal pada para siswanya. Dari sebelumnya pukul 07.30 menjadi pukul 06.30.
Seperti yang dirasakan siswa kelas 10 SMAN 5 Bogor, Tasya Reviola. Ia mengatakan, dirinya lebih senang dengan jadwal masuk sekolah sebelumnya, yakni masuk pukul 07.00 WIB.
Menurut dia, masuk sekolah pukul 07.00 WIB bisa membuatnya lebih santai ketika bersiap-siap menuju ke sekolah.
"Sebetulnya menerima saja karena memang jadwalnya jam segitu. Tidak memberatkan juga karena rumah saya tidak jauh dari sekolah. Hanya mesti lebih buru-buru dan jadi sedikit mengantuk," ucapnya kepada Radar Bogor, Kamis (6/3) sebagaimana dilansir dari Radar Bogor.
Meski begitu, Tasya mengakui kebijakan baru masuk sekolah ini membuat perjalanan ke sekolah lebih nyaman lantaran tidak ada kemacetan.
Siswa lain, Kaila Azzahra juga mengatakan hal yang sama. Perubahan jam masuk sekolah membuat dia merasa mengantuk karena tidak tidur selepas sahur dan salat Subuh.
"Lebih enak agak siang. Karena kalau pagi itu jadi sibuk dan buru-buru. Mencari ojek online-nya juga agak susah kalau masuk pagi seperti ini," tutur dia.
Terpantau pagi tadi masih banyak siswa yang datang di atas pukul 06.30 WIB. Namun, tidak ada siswa yang datang di atas pukul 07.00 WIB.
Kepala SMAN 1 Kota Bogor Atip Suherman mengatakan, pihak sekolah belum menerapkan sanksi terhadap siswa yang terlambat di hari pertama penerapan jam masuk baru.
Dirinya menyebut, pihak sekolah hanya akan mengimbau siswa agar berangkat lebih pagi di hari selanjutnya.
"Tidak akan ada sanksi dulu. Kami monitor dulu anak-anak di hari-hari awal ini sebagai pembiasaan. Kalau ada yang terlambat mungkin karena masih kaget karena biasanya mereka lebih santai," ujar Atip.
Kebijakan perubahan jam masuk sekolah itu disambut baik oleh Atip. Menurut dia, hal ini bisa memberikan sejumlah manfaat kepada para siswa. Mereka bisa terhindar dari macet dan stres di jalan.
Masuk lebih pagi juga dipercaya membuat para siswa akan merasa lebih segar ketika menerima materi pelajaran di dalam kelas.
"Perubahan jam masuk ini juga berpengaruh pada jam pulang sekolah. Siswa akan punya waktu lebih panjang di rumah sehingga bisa dimanfaatkan untuk kumpul keluarga dan beristirahat," tutur Atip.
Kebijakan ini menurut Atip juga tidak memberatkan para guru. Karena menurut dia, masuk pagi sudah menjadi kebiasaan bagi para guru di sekolahnya.
Terlebih bagi dirinya sendiri. Ia bahkan sudah sampai di sekolah pukul 05.30 WIB. Meskipun rumahnya berada di Kota Depok.
Setelah masuk ke dalam kelas, para siswa akan menjalani pesantren kilat bertajuk Smartren. Mereka akan diajak mendalami materi keislaman, keimanan, dan ketakwaan.
Editor : Bayu Putra