JP Bogor – Upaya mencegah penambahan volume air di Jabodetabek masih terus dilakukan. Salah satunya lewat operasi modifikasi cuaca dengan menambah pesawat yang beroperasi.
Hal itu disampaikan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, saat membuka rapat tingkat menteri terkait persiapan libur Idul Fitri di Jakarta, Rabu (5/3).
Pratikno mengatakan, pemerintah terus mengecek kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah, termasuk di Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan, dan sejumlah wilayah lain.
"Kita terus kawal dan bukan hanya tanggap darurat. Tetapi juga operasi modifikasi cuaca kita lakukan. Ada tambahan pesawat untuk malam hari ini dan hari-hari seterusnya untuk mengurangi volume air hujan," jelas mantan Mensesneg itu.
Secara khusus, dia mengatakan modifikasi cuaca itu bertujuan untuk menanggulangi banjir di wilayah Jabodetabek.
Dalam pernyataan sebelumnya pada hari ini, Pratikno mengharapkan operasi modifikasi cuaca dapat membantu mengurangi curah hujan yang berlebihan di sejumlah wilayah terdampak banjir. Termasuk di Bekasi yang menyebabkan ribuan orang mengungsi.
Upaya modifikasi cuaca harus dilakukan mengingat curah hujan yang diprakirakan masih tinggi di Jabodetabek dalam 10 hari ke depan. Pemerintah juga mengoperasikan pompa air untuk mempercepat surutnya air.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan cara menaburkan garam menggunakan pesawat ke awan potensial. Langkah itu direncanakan dilakukan selama empat hari, yakni pada 4 – 8 Maret 2025.
Editor : Bayu Putra