JawaPos.com - Polri terus mendukung ketahanan pangan nasional dengan berbagai program pertanian, termasuk penanaman jagung yang dilakukan serentak sejak November 2024 lalu. Salah satu lokasi yang menjadi pusat panen adalah RPH Notopuro, Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.
Panen Raya Jagung Serentak Tahap I ini dipimpin langsung oleh Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo dan melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok tani serta mahasiswa dari beberapa kampus di Madiun. Dalam kesempatan ini, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada 15 mahasiswa yang turut berkontribusi dalam program ketahanan pangan tersebut.
Kapolres Madiun AKBP Mohammad Zainur Rofik menjelaskan bahwa dalam kegiatan penanaman jagung di RPH Notopuro, Polri menggandeng berbagai elemen masyarakat. Mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) turut serta dalam proses penanaman bibit jagung hingga masa panen.
"Ada rekan-rekan mahasiswa dari beberapa kampus yang ada di Madiun juga aktif dalam kegiatan penanaman jagung saat KKN," ujar AKBP Rofik.
Para mahasiswa ini bekerja sama dengan Polri dan masyarakat setempat dalam menanam jagung guna mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan. Partisipasi mereka mendapat apresiasi langsung dari Kapolri, yang kemudian memberikan penghargaan atas dedikasi dan kerja keras mereka.
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo serta Kapolda Jawa Timur, Komjen Pol Imam Sugianto. Dalam sambutannya, Irwasum Polri menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap peran aktif mahasiswa dalam memperkuat sektor pertanian untuk kesejahteraan masyarakat.
"Bapak Kapolri memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif rekan-rekan mahasiswa dalam memperkuat sektor pertanian demi kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan swasembada pangan," ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Ia berharap inisiatif yang dilakukan mahasiswa Madiun ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain di berbagai daerah. Keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya sinergi antara Polri, masyarakat, dan mahasiswa, diharapkan upaya peningkatan produksi pangan dapat terus berjalan dengan baik. Program ini juga menjadi bukti bahwa sektor pertanian dapat menjadi salah satu solusi untuk menciptakan ketahanan pangan yang kuat di Indonesia.
Editor : Dhimas Ginanjar