JP Bogor - Di masa-masa awal menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mulai melakukan sejumlah pembenahan.
Salah satunya mengecek 17 kendaraan kendaraan dinas harian Gubernur Jabar. Kendaraan tersebut di antaranya mobil Alpard dengan nomor polisi D 1323 F keluaran tahun 2020.
Lalu mobil listrik Hyundai D 1695 A produksi tahun 2020 dan D 1383 AJZ produksi tahun 2022. Juga Toyota Camry produksi tahun 2016, Toyota Crown 2017, Mobil sedan listrik Hyundai untuk patwal Polisi keluaran 2020 dan sedan Toyota Altis yang digunakan patwal Polisi produksi tahun 2014.
Juga sejumlah mobil operasional lainnya, termasuk Mercedes Benz Sprinter D 7388 C berkapasitas 10 penumpang. Ada pula motor Royal Enfield tahun 2020, motor BMW tahun 2020, sampai motor honda CB merah D 6111 ADC.
Dedi menyatakan, dia tak akan memakai motor honda CB merah itu. Motor tersebut bisa dimanfaatkan sebagai kendaraan Dinas Perhubungan (Dishub).
"Bisa untuk patroli bantu polisi, supaya tidak macet-macet di Jawa Barat, itu jalurnya keliling dan plat nomornya diubah menjadi motor dinas," kata Dedi Mulyadi.
Kemudian, satu unit motor BMW yang akan menjadi motor dinas Satpol PP diberikan kepada Admin Pimpinan. "Ini (motor BMW) cocok, udah ini buat admin pimpinan saja nanti ngikutin saya ke sana ke sini, gagah," kata Dedi Mulyadi. Sedangkan Satpol PP menggunakan Motor Royal Enfield.
Dedi Mulyadi juga memerintahkan semua staf agar menjaga dengan baik kendaraan dinas. "Jangan ada bared-bared (goresan), masukin ke bengkel. Tapi jangan sampai biaya bengkel lebih mahal dari harga mobil baru," tutur Dedi Mulyadi.
Yang menarik perhatian Dedi Mulyadi adalah mobil merek Mercedes Benz Sprinter. Kepada Sekda, Dedi meminta agar mobil Mercy tersebut fungsinya diubah menjadi mobil rumah sakit. Dilengkapi pemeriksaan jantung, ibu hamil, bahkan alat untuk mendeteksi kanker, termasuk pemeriksaan darah.
Editor : Bayu Putra