JP Bogor – Fakta baru terungkap dalam kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi 2 Kota Bogor Selasa (4/2) lalu. 6 dari 8 korban tewas dalam kecelakaan tersebut berada dalam satu mobil yang sama, yang berangkat dari wilayah Cidadap, Kabupaten Sukabumi.
"Informasi yang kami terima, ternyata jumlah penumpang mobil travel yang dikemudikan Budiman warga Kampung Cipetir, RT 13/03, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap bukan empat orang, tetapi enam orang. Yang seluruhnya tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada Selasa (4/2) malam," kata Camat Cidadap Azwar Fauzi di Sukabumi, Jumat (7/2) sebagaimana dilansir dari Antara.
Azwar memaparkan, awalnya Budiman mendapat order untuk mengantar tiga warga Kecamatan Cidadap, yakni Rahmat Gunawan, 53, Asep Pardilah, 45, dan Supardi, 40, dengan menggunakan mobil Toyota Avanza untuk berangkat ke Jakarta.
Budiman bersama tiga penumpangnya berangkat dari Kecamatan Cidadap, lalu menjemput penumpang lainnya yakni diketahui bernama Opik, warga Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi pada Selasa sore.
Ternyata dalam perjalanan, mobil travel tersebut tidak langsung berangkat ke Jakarta, tetapi menjemput penumpang lainnya yakni Vika Agustina, remaja 16 tahun warga Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur.
Selanjutnya, dalam perjalanan bertambah lagi satu orang penumpang yang tidak diketahui namanya. Sehingga dalam mobil ada tujuh orang. Namun, satu di antaranya turun di daerah Tajur, Kota Bogor.
"Awalnya ada tujuh penumpang, tetapi salah satu penumpang turun di Tajur, sehingga yang melanjutkan perjalanan dalam mobil travel itu ada enam orang yakni seorang sopir dan lima penumpang," lanjutnya.
Azwar menjelaskan, lima penumpang yang terdiri atas empat pria dan satu perempuan itu sama-sama menuju Jakarta. Rahmat, Asep, Supardi, dan Opik berangkat ke Jakarta untuk bekerja sebagai buruh bangunan. Sementara Vika, tidak diketahui tujuannya berangkat ke Jakarta.
Saat rombongan mengantre di GT Ciawi 2, datang truk pengangkut air minum dalam kemasan (AMDK) yang langsung menghantam bagian belakang mobil travel yang berisi enam orang, sehingga menyebabkan seluruh penumpang tewas di lokasi.
Dari hasil identifikasi, lima dari enam orang dalam mobil travel itu diketahui bernama Budiman (sopir), Rahmat, Asep, Supardi, dan Vika. Sementara satu korban lainnya belum diketahui identitasnya karena jenazahnya dalam kondisi hangus.
"Informasinya setelah diseruduk mobil tersebut terbakar. Kemungkinan satu jenazah yang belum dikenali itu adalah Opik, karena korban rencananya akan bekerja ke Jakarta bersama tiga warga Kecamatan Cidadap di proyek bangunan," tambahnya.
Namun demikian, Azwar belum bisa memastikan apakah korban belum teridentifikasi itu adalah Opik atau bukan karena masih menunggu hasil pemeriksaan DNA.
Selain itu, penumpang yang turun di Tajur pun masih teka-teki, apakah Opik atau bukan. Karena penuturan dari keluarga Opik yang dulunya tinggal di Cidadap, lalu pindah ke Pabuaran, sebelum berangkat sempat pamit ke keluarganya akan bekerja menjadi buruh bangunan di Jakarta.
Empat warga Kecamatan Cidadap yang meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan di GT Ciawi 2sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang tidak jauh dari rumah duka.
Yakni Rahmat Gunawan, 54, warga Kampung Rancakuning, Desa Padasenang, Budiman, 46, warga Kampung Cipetir, Desa Padasenang, Asep Pardilah, 45, warga Desa Cidadap, dan Supardi, 40, warga Kampung Babakanmindi, Desa Banjarsari.
Editor : Bayu Putra