JP Bogor – Pemkot Bogor berencana mengubah lahan bekas longsor di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kelapa, menjadi ruang publik yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Hal itu disampaikan Kabid Keanekaragaman Hayati Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Devi Librianti. Dia mengatakan, lahan yang mengalami longsor pada Oktober 2022 itu memiliki luas sekitar 800 meter persegi.
“Saat ini masih perencanaan, jadi rencana dibangun tahun 2025. Ini akan dijadikan area terbuka, mencegah jika ada longsor lagi langsung ke rumah warga,” ujarnya di Kota Bogor, Selasa (24/12), sebagaimana dilansir dari Antara.
Devi menyebut bahwa di lahan eks lokasi longsor ini akan dibangun beragam fasilitas. Seperti lapangan bulu tangkis, gazebo, area bermain anak, hingga area mata air. Sebab, di lokasi tersebut juga ditemukan mata air.
Selain itu, lanjut Devi, pihaknya juga tengah memproses administrasi pembayaran pembebasan lahan untuk warga terdampak bencana. “Saat ini sedang dalam tahap proses administrasi pembayaran pembebasan lahan untuk yang sudah lengkap dokumennya,” jelasnya.
Pembangunan ruang publik ini akan dibiayai oleh APBD tahun 2025 dengan nilai Rp 500 juta. Saat ini, tahap lelang sudah selesai.
Termasuk pembuatan kerangka acuan kerja (KAK), penyusunan dokumen kontrak, pembuatan surat pengantar kegiatan, surat izin, pengantar pengumpulan data dan informasi, dan seluruh dokumen pendukung lainnya.
“Dalam rencana ini juga dibuat survei dan pengumpulan data survei, peta analisis dan sintesis tapak eksisting, serta penyusunan DED sesuai dengan batasan lingkup pekerjaan dalam KAK,” imbuh Devi.
Sebagaimana diberitakan, longsor yang terjadi di Gang Barjo pada Oktober 2022 merupakan imbas curah hujan tinggi. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 8 orang tertimbun longsor dan 166 warga terdampak.
Editor : Bayu Putra