Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengenal Atang Sendjaja, Prajurit TNI AU yang Namanya Abadi di Pangkalan Udara Bogor

Fabian Nathaniel Putra Adya • Sabtu, 21 Desember 2024 | 13:35 WIB

Letkol Udara (Anumerta) Atang Sendjaja
Letkol Udara (Anumerta) Atang Sendjaja

JP Bogor – Mungkin sebagian masyarakat yang tinggal di wilayah Bogor, sudah tidak asing dengan lokasi Pangkalan Udara TNI AU Atang Sendjaja. Pangkalan udara TNI AU ini berlokasi di Jl. Letkol Atang Senjaya Blok E No.9, Atang Senjaya, Kec. Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Namun, tidak banyak yang mengetahui sosok yang menjadi inspirasi di balik nama pangkalan udara ini. Nama "Atang Sendjaja" diambil dari seorang prajurit TNI AU, Letkol Udara (Anumerta) Atang Sendjaja, yang lahir di Bandung pada 17 Maret 1928.

Karier militer dari Atang Sendjaja dimulai sejak ia masuk ke Sekolah Perwira Perbekalan (logistik) dan Sekolah Ilmu Siasat (SIS) tahun 1955. Setelah lulus dengan pangkat Letnan Muda Udara Satu, Atang Sendjaja mendapatkan panggilan tugas di Direktorat Pembekalan Personel (DITKALPERS) di Markas Besar Angkatan Udara (MBAU) Jakarta.

Pada 12 Januari 1961, Atang Sendjaja mengikuti kursus Advanced Operations & Maintenance Course di Moskow, Uni Soviet (sekarang Rusia), serta ikut serta dalam misi pembelian alat utama sistem senjata (alutsista).

Baca Juga: Polresta Bogor Kota Sediakan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis Selama Libur Nataru

Setelah kembali ke Indonesia, Atang ditugaskan kembali ke MBAU dan kemudian sebagai Komandan Departemen Materiil 091 Tanjung Priok, dengan pangkat Kapten Udara, sekaligus turut merintis satu skuadron helikopter.

Atang Sendjaja juga terlibat dalam perakitan helikopter Mi-6 buatan Soviet, yang pada masa itu belum dioperasikan oleh negara-negara terdekat Indonesia. Karena ukurannya yang besar, helikopter Mi-6 harus diangkut dengan truk khusus dari Tanjung Priok ke Halim untuk dirakit. 

Saat pengangkutan pada 29 Juli 1966, sirip tegak ekor helikopter tersangkut kabel bertegangan tinggi. Ketika itu, Atang Sendjaja yang sudah berpangkat Mayor (Tek), yang kebetulan memegang badan helikopter itu pun otomatis juga tersengat aliran listrik bertegangan tinggi.

Akibat kejadian itu, Mayor (Tek) Atang Sendjaja pada akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Mayor (Tek) Atang Sendjaja gugur, pada saat melaksanakan tugas merakit Helikopter legendaris tersebut.

Baca Juga: BPTJ Gelar Ramp Check Jelang Nataru: Puluhan Bus Diperiksa, Lima Dinyatakan Tak Layak Jalan

Mayor (Tek) Atang Sendjaja akhirnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa, menjadi Letkol (Anumerta).

Skadron helikopter yang awalnya memiliki basis dari Lanud Husein Sastranegara yang ada di Kota Bandung, pada akhirnya dipindahkan ke Lapangan Udara Semplak. Hingga pada akhirnya, lokasi dari Lapangan Udara Semplak diubah namanya menjadi yang dikenal sampai hari ini, yaitu Pangkalan Udara TNI AU Atang Sendjaja.

Pemberian nama Pangkalan Udara TNI AU Atang Sendjaja merupakan bentuk penghargaan TNI AU terhadap salah satu prajuritnya yang gugur dalam rangka melaksanakan tugas mulia.

TNI AU juga menjadikan Pangkalan Udara TNI AU Atang Sendjaja, sebagai salah satu pangkalan induk helikopter TNI Angkatan Udara. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#bogor #Atang sendjaja #tni au #pangkalan udara