Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Hadir di Kaul Pengakuan Pencak Silat oleh UNESCO di Bogor, Menbud Fadli Zon Wacanakan Lagi Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah

Bayu Putra • Jumat, 13 Desember 2024 | 16:35 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon hadir dalam Kaul Penetapan Tradisi Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Padepokan Pencak Silat Pakubumi, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/2024). (ANTARA)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon hadir dalam Kaul Penetapan Tradisi Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Padepokan Pencak Silat Pakubumi, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/2024). (ANTARA)

JP Bogor – Pencak silat akan diupayakan untuk bisa menjadi bagian kurikulum sekolah. Agar seni bela diri khas Indonesia itu bisa kembali menjadi bagian tradisi budaya dan olahraga.

Hal itu disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat Kaul Penetapan Tradisi Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Padepokan Pencak Silat Pakubumi, Megamendung, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12).

"Ke depannya kita akan mengupayakan bagaimana pencak silat kembali menjadi bagian tradisi budaya dan olahraga bagi generasi muda dengan masuk kurikulum sekolah. Baik pendidikan formal dan informal," katanya, sebagaimana dilansir dari Antara.

Fadli Zon mengatakan, pencak silat merupakan produk budaya yang menunjukkan tradisi pembangunan karakter. Seni bela diri ini mencakup olah fisik serta penanaman nilai kejujuran, saling pengertian, dan kerendahan hati.

Dia juga menyampaikan perlunya kerja sama antarsektor, baik di dalam maupun luar negeri untuk mempromosikan pencak silat kepada dunia.

"Selain itu, tentunya pemanfaatan media seperti film, yang turut  mengenalkan silat dan pesilat-pesilat Indonesia ke dunia. Ke depannya saya rasa perlu ada lagi film-film yang mengenalkan pencak silat," jelasnya.

UNESCO telah menetapkan pencak silat sebagai warisan budaya takbenda dunia pada 12 Desember 2019. Fadli Zon memastikan pemerintah mendukung upaya melestarikan dan mempromosikan pencak silat ke berbagai negara.

"Dengan kebanggaan pula, saya bisa melaporkan pada UNESCO bahwa tradisi pencak silat tetap dan akan selalu lestari dan berkembang dengan peran serta hadirin insan pencak silat di hadapan saya ini," kata Fadli.

sementara itu, sesepuh pencak silat serta mantan ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia dan Persekutuan Silat Dunia Eddie Nalapraya menyampaikan, pengakuan UNESCO telah mendorong aksi masyarakat untuk melestarikan pencak silat.

Pencak silat memiliki 28 sebutan di Indonesia. Di antaranya silat dan silek di Sumatera Barat, pence di Banten, kuntau di Kalimantan, amanca di Sulawesi, pakuttau di Sulawesi, dan kuntuh di Nusa Tenggara Barat.

​​​​​​​Berkat berbagai upaya promosi yang dilakukan pemerintah dan komunitas, pencak silat ditetapkan sebagai salah satu cabang lomba SEA Games sejak 1987 dan Asian Games pada 2018. 

Editor : Bayu Putra
#seni bela diri #budaya #masuk kurikulum #sekolah #tradisi #fadli zon #Menteri Kebudayaan #pencak silat #olahraga