Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Menelusuri Sejarah Tol Jagorawi: Jalan Tol Pertama di Indonesia dan Perannya Hingga Kini

Fabian Nathaniel Putra Adya • Senin, 25 November 2024 | 15:50 WIB
Jalan Tol Jagorawi
Jalan Tol Jagorawi

JP Bogor - Tol Jagorawi sudah menjadi nama yang akrab  di telinga masyarakat pengguna moda transportasi darat di wilayah Jakarta, Bogor, dan sekitarnya. Jalan tol ini memiliki sejarah penting sebagai tol pertama yang dibangun di Indonesia Nama "Jagorawi" sendiri merupakan akronim dari wilayah Jakarta-Bogor-Ciawi, tiga wilayah utama yang dihubungkan oleh jalan tol ini.

Ide pembangunan Tol Jagorawi sebenarnya sudah ada sejak lama, tepatnya pada tahun 1955. Wali Kota Jakarta, Sudiro mengusulkan sebuah konsep baru yaitu jalan tol berbayar untuk membantu Pemerintah Kotapraja Jakarta Raya. Namun, usulan tersebut ditolak oleh DPRDS, yang menganggap jalan tol malah justru akan mengganggu arus lalu lintas.

Lalu, pada tahun 1966, Menteri PUTL Sutami kembali mengusulkan ide tersebut kepada Presiden Soeharto. Konsep tersebut kembali diusulkan bukan tanpa alasan, yakni karena kemacetan lalu lintas yang semakin parah akibat pertumbuhan jumlah kendaraan. Pada saat itu, jalan yang menghubungkan Jakarta ke arah Bogor merupakan salah satu jalan yang paling ramai dilalui di Indonesia.

Rute dari Jakarta menuju Bogor saat itu merupakan salah satu jalur tersibuk di Indonesia. Setiap harinya, sekitar 9.000 kendaraan melintasi jarak sekitar 60 kilometer, dengan kemacetan yang seringkali menurunkan kecepatan kendaraan hingga hanya 40 km/jam.
 

Antara tahun 1969 hingga 1971, jumlah kendaraan yang melintas di jalan penghubung Jakarta dan Bogor meningkat dua kali lipat, sementara kapasitas jalan yang ada tidak mencukupi. Akhirnya, pembangunan jalan tol disetujui dengan bantuan dana dari USAID, Amerika Serikat.

Bekerja sama erat dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, USAID sebagai perwakilan pemberi dana dari Amerika Serikat berkontribusi sejumlah 26 juta dolar AS untuk membiayai pembangunan serta membawa ahli untuk mengawasi kualitas pekerjaan.

Proyek dimulai pada tahun 1975, dan tol sepanjang 59 km yang menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi ini rampung pada tahun 1978.

Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, meresmikan jalan Tol Jagorawi pada 9 Maret 1978. Acara peresmian ini dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL) Sutami, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tjokropranolo, dan Gubernur Provinsi Jawa Barat Aang Kunaefi.

Selain itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Edward E Masters, dan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Jae Suk Lee, juga turut ikut hadir dalam peresmian jalan Tol Jagorawi.

Setelah beroperasi, tol ini berhasil memangkas waktu tempuh Jakarta-Bogor hingga setengahnya. Pada tiga tahun pertama, tol ini melayani lebih dari 17.000 kendaraan per hari.

Hingga kini, Tol Jagorawi tetap beroperasi dengan optimal dan menjadi salah satu jalur utama masyarakat. Lebih dari 400.000 kendaraan melintasi tol ini setiap harinya, baik untuk bekerja, berkuliah, mengunjungi keluarga, maupun mengangkut barang. Dengan peran pentingnya, Tol Jagorawi telah menjadi solusi utama untuk mendukung mobilitas masyarakat di Jakarta, Bogor, dan Ciawi.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#tol jagorawi #Ciawi #sejarah #bogor #jakarta