JP Bogor - Menurut psikologi, seorang psikopat tidak melulu berwujud seperti seorang kriminal. Mereka justru sering kali terlihat sebagai pribadi yang menyenangkan dan penuh pesona.
Ketika berada di dunia profesional, mereka dikenal sebagai corporate psychopath yang berpotensi lebih berbahaya karena didukung oleh kekuasaan dan pengaruh di kantor.
Sifat antisosial ini sangat sulit dideteksi pada pertemuan pertama karena mereka sangat ahli dalam memanipulasi perilaku.
Dikutip dari laman YourTango pada Sabtu (27/6), terdapat enam ciri psikopat di tempat kerja yang mencerminkan kepribadian antisosial tersebut. Secara psikologis, penting bagi kita untuk memahami ciri-ciri ini sejak awal.
Baca Juga: Suka Lapar Mata? Ini 4 Alasan Psikologis di Balik Kebiasaan Belanja Online yang Impulsif
1. Memancarkan Pesona yang Berlebihan
Orang dengan ciri psikopat cenderung tampil sangat ramah, peduli, dan membantu, namun semua itu hanyalah peniruan dari sifat yang sebenarnya tidak mereka miliki.
Mereka sangat ahli membangun kedekatan dengan calon korban sehingga orang lain merasa nyaman dan percaya tanpa kecurigaan sama sekali.
Sementara di belakang, mereka justru merencanakan cara untuk mengeksploitasi atau memanipulasi orang yang baru saja mereka pikat dengan pesona tersebut.
Psikologi psikopat menjelaskan bahwa kemampuan merayu ini adalah alat utama mereka untuk menjebak korban tanpa menimbulkan kecurigaan di awal pertemuan.
2. Tidak Memiliki Rasa Empati dan Kepedulian
Orang dengan tanda kepribadian antisosial tidak mampu memahami atau membayangkan bagaimana perasaan orang lain ketika menerima dampak dari tindakan mereka.
Mata rantai antara berpikir dan bertindak yang biasanya ada pada orang normal, yaitu mempertimbangkan dampak pada orang lain, hilang sama sekali pada mereka.
Mereka juga tidak mampu merasakan rasa bersalah atau penyesalan meski tindakan mereka telah menyakiti atau merugikan orang lain secara nyata.
Ketidakmampuan ini membedakan mereka dari pelaku kriminal biasa karena psikopat di tempat kerja justru sangat terorganisir dan terencana dalam tindakannya.
3. Suka Membesar-besarkan Kemampuan dan Peran Diri Sendiri
Ciri orang psikopat di tempat kerja termasuk kebiasaan membesar-besarkan kemampuan diri sendiri atau mengklaim ide orang lain sebagai hasil kerja mereka.
Mereka membuat seolah perusahaan akan kolaps tanpa kehadiran mereka, menciptakan ilusi bahwa posisi mereka sangat penting dan tidak tergantikan.
Pada awalnya, kontribusi mereka mungkin terlihat menguntungkan bagi organisasi, namun keuntungan itu hanya bersifat sementara dan sangat singkat.
Kerusakan yang mereka tinggalkan setelah kepalsuan ini terungkap sering kali jauh lebih besar daripada manfaat yang pernah mereka berikan.
Baca Juga: 4 Kebiasaan Sederhana untuk Menciptakan Hubungan Harmonis Menurut Psikologi
4. Bersikap Sangat Tertutup dan Suka Menyimpan Rahasia
Orang dengan ciri psikopat cenderung membuka rahasia hanya jika itu menguntungkan diri mereka sendiri dalam mengendalikan situasi tertentu.
Mereka sering membicarakan keputusan manajerial atau rencana menyingkirkan rekan kerja tertentu sebagai cara untuk memanipulasi orang di sekitar mereka.
Informasi rahasia ini digunakan sebagai alat kendali untuk membuat orang lain merasa berhutang atau terikat secara emosional kepada mereka.
Di balik itu, mereka juga sering membicarakan orang lain secara negatif kepada atasan demi menyabotase posisi rekan kerja yang mereka anggap saingan.
5. Memiliki Kecerdasan Tinggi dan Ingin Diketahui Orang Lain
Berbeda dari pelaku antisosial pada umumnya, ciri orang psikopat di tempat kerja sering disertai dengan tingkat kecerdasan yang tinggi dan terlihat jelas.
Mereka mampu memegang posisi eksekutif tinggi, mengelola bisnis besar, dan berada dalam posisi kekuasaan yang signifikan di organisasi mereka.
Penelitian di Inggris menemukan bahwa 35 persen perundungan di tempat kerja dikaitkan dengan kehadiran pemimpin yang memiliki ciri psikopat.
Mereka cenderung haus akan dominasi dan sangat menikmati posisi sebagai atasan yang mengendalikan orang-orang di bawah kekuasaan mereka.
6. Berbohong secara Kompulsif dan Terencana
Tanda kepribadian antisosial yang paling mencolok adalah kebiasaan berbohong secara terus-menerus sambil tetap mengingat setiap detail kebohongan yang mereka ciptakan.
Mereka merencanakan siapa yang akan dieksploitasi dan memastikan kebohongan mereka terdengar konsisten dan meyakinkan di hadapan banyak orang.
Kebohongan ini digunakan untuk memproyeksikan superioritas diri dan meyakinkan orang lain bahwa apa yang mereka katakan adalah kebenaran mutlak.
Psikologi psikopat menjelaskan bahwa ketika target mereka tidak lagi memberikan keuntungan, mereka akan segera beralih mencari korban baru lainnya.
Baca Juga: 11 Kebiasaan Sehari-hari Orang Cerdas Menurut Psikologi, Apakah Anda Memilikinya?
Editor : Candra Mega Sari