JP Bogor - Rangkaian hari setelah Idul Adha disebut dengan Hari Tasyrik, sebuah waktu istimewa bagi umat Muslim untuk menikmati sekaligus mengelola daging kurban dengan bijak.
Melansir dari About Islam, nama Hari Tasyrik berkaitan erat dengan cara masyarakat terdahulu mengawetkan daging kurban sebelum mengenal teknologi pendingin. Agar tahan lama, daging kurban akan diiris, diberi garam, kemudian dijemur di bawah terik matahari sebagai metode penyimpanan alami.
Istilah tasyrik sendiri berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan cahaya atau sinar matahari, merujuk pada proses pengawetan melalui penjemuran. Namun, praktik ini sekarang mulai jarang dilakukan, terutama di kalangan jemaah haji karena perkembangan teknologi telah menghadirkan metode penyimpanan daging yang lebih modern dan praktis.
Baca Juga: Anti Alot! In 12 Tips Memasak Daging Kurban Idul Adha agar Empuk dan Tidak Prengus
Pada Hari Tasyrik, umat Muslim dilarang untuk berpuasa. Sebaliknya, mereka dianjurkan untuk menikmati perayaan Idul Adha dengan makan dan mengolah daging kurban.
Hikmah di balik hari istimewa ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi para jemaah haji merayakan musim haji, sekaligus menganjurkan mereka memakan daging yang telah mereka persembahkan karena Allah SWT.
Di masa lalu, jemaah haji biasanya datang dari tempat yang sangat jauh, dan bagi mereka, daging merupakan santapan yang sangat mewah dan berharga. Kini, ketika daging telah tersedia dalam jumlah yang melimpah, mereka didorong untuk mengonsumsinya selama hari raya tanpa perlu merasa bersalah.
Dulu, berjalan-jalan di sekitar perkemahan Mina menyuguhkan pemandangan yang khas: asap mengepul di mana-mana dan aroma daging panggang yang semerbak menusuk hidung.
Puasa pada Hari Tasyrik hanya diperbolehkan bagi jemaah haji yang tidak mampu berkurban. Jemaah wajib berpuasa selama tiga hari selama pelaksanaan haji dan tujuh hari sisanya setelah tiba kembali di Tanah Air.
Hari Tasyrik sendiri berlangsung minimal selama dua hari, yaitu pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah. Sementara itu, hari ke-13 Zulhijah menjadi hari sunah bagi mereka yang ingin memperpanjang masa Hari Tasyrik.
Baca Juga: 11 Adab Bertamu saat Lebaran Sesuai Ajaran Islam agar Silaturahmi Berkah
Editor : Candra Mega Sari