JP Bogor - Sebagai makronutrien esensial, protein bertindak sebagai zat pembangun utama yang memastikan berbagai fungsi tubuh berjalan dengan baik.
Manfaatnya sangat terasa dalam proses pemulihan serta pertumbuhan jaringan tubuh, terutama setelah mengalami cedera atau selesai berolahraga.
Tidak hanya itu, protein juga siap menjadi sumber energi cadangan saat tubuh kekurangan bahan bakar utama.
Walaupun fungsinya sangat vital, tidak sedikit orang yang masih mengalami defisiensi protein. Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya asupan nutrisi harian, adanya pantangan makanan tertentu, atau gangguan kesehatan lainnya.
Melansir dari NDTV, kekurangan asupan protein ini dapat menimbulkan sejumlah gejala pada tubuh yang sebaiknya mulai Anda waspadai.
Baca Juga: 5 Pilihan Obat Batuk Pilek Anak yang Bisa Ditemukan di Apotek untuk Mengatasi Gejala secara Efektif
1. Edema
Edema adalah kondisi yang ditandai dengan pembengkakan pada kaki dan perut.
Ketika kadar protein menurun, tubuh menahan cairan sehingga gagal mencegah kebocoran cairan ke jaringan di sekitarnya.
Edema merupakan gejala kekurangan protein parah yang membutuhkan perhatian segera.
2. Hilangnya Massa Otot
Kekurangan protein dapat menyebabkan hilangnya massa dan kekuatan otot sehingga menyulitkan aktivitas fisik.
Bahkan kekurangan protein sedang pun dapat menyebabkan penyusutan otot, terutama pada lansia.
3. Kekebalan Tubuh yang Buruk
Kekurangan protein dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Akibatnya, individu yang kekurangan protein menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit karena tubuh tidak memiliki antibodi yang memadai.
4. Masalah Rambut, Kulit, dan Kuku
Rambut rontok, kuku rapuh, dan kulit kering dapat terjadi akibat tidak mendapatkan cukup protein karena jaringan-jaringan ini membutuhkan protein untuk menjaga kesehatannya.
5. Nafsu Makan Meningkat
Protein dapat membuat Anda kenyang lebih lama, mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, dan mendukung penurunan berat badan.
Ketika Anda tidak mengonsumsi cukup protein, Anda mungkin akan lebih sering mengemil.
Kekurangan protein juga dapat menyebabkan penurunan gula darah, yang memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.
6. Penyembuhan Luka yang Lambat
Luka mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh karena tidak cukupnya protein yang dibutuhkan untuk perbaikan dan regenerasi.
7. Pertumbuhan Terhambat
Pada anak-anak, kekurangan protein dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan.
Baca Juga: 5 Efek Samping Konsumsi Brokoli Berlebihan, Benarkah Bisa Picu Stroke?
Editor : Candra Mega Sari