Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

5 Pentingnya Protein saat Sahur agar Tubuh Tetap Fit Selama Puasa, Jangan Sampai Terlewat!

Risma Aris Maya • Kamis, 5 Maret 2026 | 21:49 WIB
Ilustrasi makanan berprotein tinggi (Freepik)
Ilustrasi makanan berprotein tinggi (Freepik)
JP Bogor - Menjalani bulan suci Ramadhan tentu butuh kondisi fisik yang prima. Agar ibadah dan pengendalian diri berjalan maksimal, tubuh memerlukan nutrisi yang tepat sejak waktu sahur. Salah satu pahlawan nutrisi yang sering terlewatkan adalah protein, yang berperan besar dalam menjaga tenaga dan rasa kenyang kita.

Bukan tanpa alasan, WHO menyatakan protein sangat penting untuk memperbaiki jaringan dan menjaga daya tahan tubuh. Sementara itu, Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa protein efektif menjaga keseimbangan energi agar kita tidak cepat lemas.

Merujuk dari laman NIH, berikut detail mengenai pentingnya protein saat sahur:

Baca Juga: 6 Cara Ampuh Menjaga Emosi saat Puasa Ramadhan agar Ibadah Lebih Tenang

1. Protein Membantu Kenyang Lebih Lama

Protein dikenal memiliki efek mengenyangkan lebih tinggi dibandingkan karbohidrat sederhana. Saat sahur, makanan tinggi protein dapat membantu menekan rasa lapar di siang hari.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, asupan protein yang cukup dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi keinginan makan berlebih.

Ketika tubuh merasa kenyang lebih lama, maka fokus ibadah dan aktivitas kerja menjadi lebih optimal.Risiko lemas dan sulit konsentrasi pun dapat berkurang.

Menu sahur seperti telur dadar, tempe orek, tahu, ayam panggang, atau ikan bakar adalah pilihan tinggi protein. Apalagi jika dikombinasi dengan nasi merah atau kentang tentu jauh lebih seimbang.

2. Menjaga Massa Otot Selama Puasa

Selama berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dalam waktu cukup panjang. Jika protein kurang maka tubuh dapat mengambil cadangan dari otot untuk energi.

National Institutes of Health menyebutkan bahwa protein berperan penting dalam mempertahankan massa otot dan memperbaiki jaringan tubuh. Hal ini penting terutama bagi orang yang tetap aktif bekerja atau berolahraga ringan saat Ramadhan.

Kehilangan massa otot dapat menyebabkan tubuh terasa lebih lemah. Oleh karena itu asupan protein saat sahur sangat dianjurkan.

3. Menstabilkan Gula Darah saat Puasa

Lonjakan dan penurunan gula darah sering menjadi penyebab tubuh lemas dan pusing saat puasa. Protein membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam darah.

Menurut Mayo Clinic, kombinasi protein dengan karbohidrat dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Ini penting agar energi tetap stabil sepanjang hari.

Sahur yang hanya terdiri dari nasi putih dan makanan manis dapat membuat gula darah cepat naik lalu turun drastis. Akibatnya rasa lapar datang lebih cepat.

4. Mendukung Sistem Imun Selama Ramadhan

Ramadhan sering diiringi perubahan pola tidur dan aktivitas. Kondisi ini bisa memengaruhi daya tahan tubuh jika asupan nutrisi kurang optimal.

British Nutrition Foundation menjelaskan bahwa protein berperan dalam pembentukan antibodi dan sistem imun. Artinya kecukupan protein membantu tubuh tetap kuat.

Sistem imun yang baik sangat penting agar ibadah tidak terganggu sakit.Terlebih saat menjalani puasa dengan aktivitas padat.

5. Membantu Pemulihan dan Energi Harian

Protein juga berperan dalam proses pemulihan tubuh setelah aktivitas. Selama Ramadhan, banyak orang tetap bekerja atau berolahraga ringan.

Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, protein penting untuk memperbaiki sel dan jaringan tubuh setelah aktivitas fisik. Ini sangat relevan dengan mereka yang tetap aktif selama puasa.

Baca Juga: 7 Jenis Olahraga Ringan saat Puasa agar Tubuh Tetap Segar dan Tidak Loyo

Editor : Candra Mega Sari
#puasa #menu sahur #protein