JP Bogor – Dua puluh lima tahun berlalu sejak film pertama Final Destination tayang di bioskop. Namun hingga hari ini, dentuman ledakan pesawat, tabrakan beruntun di jalan raya, dan rel roller coaster yang patah masih menyisakan trauma beruntun sampai dengan hari ini.
Saat film horor biasanya mengandalkan makhluk menyeramkan atau pembunuh bertopeng, Final Destination memilih sosok yang lebih sunyi namun jauh lebih menakutkan. Kematian. Tidak berbentuk, tidak bersuara, tapi selalu hadir dengan presisi dan kreativitas mematikan.
Hingga tahun 2025, waralaba Final Destination telah merilis enam film, enam novel orisinal, dan dua komik. Dari pesawat meledak hingga kecelakaan di Space Needle, setiap kisahnya dimulai dengan premonisi, visi tentang bencana besar yang akan terjadi. Seseorang memperingatkan, sekelompok orang lolos, lalu satu per satu mereka tetap tewas, dalam urutan yang sempurna.
Bagi yang baru mau menyelami dunia Final Destination, ada dua jalan, mulai dari film Final Destination (2000) pertama untuk mengikuti urutan rilis, atau mulai dari Final Destination 5 (2011) yang justru merupakan awal kronologis kisah ini. Namun karena tiap film punya cerita terpisah dan tokoh berbeda, kamu bebas memilih, tapi satu hal yang pasti bahwa kematian akan selalu mengejar, dari arah mana pun kamu mulai.
Dilansir dari sea.ign.com, berikut ini gambaran urutan cerita versi timeline:
1. Final Destination 5 (2011)
Dimulai dari sebuah jembatan yang ambruk, film ini ternyata adalah prekuel yang berakhir tepat sebelum peristiwa Flight 180 dalam film pertama.
2. Final Destination (2000)
Alex Browning, pelajar SMA, melihat pesawat yang akan dia naiki meledak. Ia dan beberapa penumpang turun, tapi itu hanya awal dari permainan kejar-kejaran dengan kematian.
3. Final Destination 2 (2003)
Setahun kemudian, sebuah tabrakan besar di jalan tol menjadi latar baru, dan satu-satunya yang bisa membantu adalah Clear Rivers, penyintas Flight 180.
4. Final Destination 3 (2006)
Roller coaster dan anak SMA kembali menjadi kombinasi maut. Tidak ada tokoh lama, tapi kutukan yang sama tetap menghantui.
5. The Final Destination (2009)
Arena balap mobil berubah jadi lautan api. Visi Nick O’Bannon menyelamatkan beberapa orang, tapi seperti biasa, itu hanya penundaan, bukan penyelamatan.
6. Final Destination: Bloodlines (2025)
Film terbaru dan mungkin penutup dari saga ini. Berbeda dari sebelumnya, Stefani Reyes justru melihat masa lalu, tepatnya tragedi di Space Needle tahun 1968. Film ini juga menjadi penampilan terakhir mendiang Tony Todd sebagai William Bludworth, karakter misterius yang paham benar aturan main Kematian.
Yang membuat Final Destination begitu abadi adalah keunikannya. Tidak ada pembunuh berwajah seram atau hantu gentayangan. Justru, kematian sendiri adalah antagonis utama. Ia tak bisa dikalahkan, hanya bisa ditunda. Kreativitasnya dalam menciptakan “kecelakaan” begitu cermat dan ironis sehingga membuat penonton menatap setiap benda sehari-hari dengan waspada, mulai dari kipas angin, microwave, bahkan sebotol sabun cair.
Dan meski ceritanya terkesan repetitif, justru di situlah letak pesonanya. Ini bukan tentang siapa yang mati, tapi “bagaimana” mereka mati. Seperti puzzle berdarah, setiap film memancing rasa penasaran dan rasa takut dalam takaran yang sama.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah