Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Kenali 6 Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya Sebelum Terlambat

Rhea Febriani Tritami • Selasa, 29 Juli 2025 | 13:30 WIB
Ilustrasi jerawat
Ilustrasi jerawat

JP Bogor – Jerawat adalah masalah kulit umum yang sering dialami banyak orang, terutama pada masa remaja dan dewasa muda. Penting untuk mengetahui berbagai jenis jerawat yang ada.

Meskipun terlihat sepele, jerawat sebenarnya terdiri dari beberapa tipe yang masing-masing memerlukan pendekatan penanganan yang berbeda.

Dengan memahami jenis-jenis jerawat, kamu bisa memilih perawatan yang lebih tepat sekaligus mencegah masalah lanjutan seperti peradangan berkepanjangan atau bekas luka.

Dilansir dari laman Goodrx, jerawat dibagi ke dalam tiga kelompok utama, yakni jerawat komedonal, papulopustular, dan nodulokistik atau jerawat batu.

Jerawat komedonal adalah jenis jerawat non-inflamasi, artinya tidak terjadi peradangan pada kulit di area tersebut.

Sementara itu, jerawat papulopustular merupakan jenis jerawat inflamasi, ditandai dengan adanya peradangan. Tipe ini meliputi dua bentuk utama, yakni papula dan pustula.

Sedangkan jerawat nodulokistik adalah bentuk jerawat yang tergolong parah karena benjolannya terbentuk jauh di dalam kulit.

Berikut penjelasan lebih rinci seputar jenis-jenis jerawat menurut laman Goodrx:

1. Whiteheads (Komedo Putih)

Whiteheads termasuk jerawat non-inflamasi yang terjadi saat pori-pori tersumbat sepenuhnya, membentuk benjolan kecil berwarna putih atau sewarna kulit. Karena pori-porinya tertutup rapat, warnanya tidak berubah.

Hindari memencet whiteheads karena bisa menyebabkan iritasi dan bekas permanen. Biasanya muncul di area wajah yang berminyak.

2. Blackheads (Komedo Hitam)

Berbeda dengan whiteheads, blackheads memiliki pori yang terbuka, sehingga terjadi oksidasi melanin yang menyebabkan warnanya menjadi hitam. Ini bukan karena kotoran.

Jenis ini juga termasuk non-inflamasi dan terbentuk dari pori-pori yang tersumbat. Meskipun bisa dipencet, sebaiknya tidak dilakukan untuk menghindari infeksi dan bekas luka.

3. Papules (Papula)

Papula adalah benjolan kecil kemerahan yang muncul akibat peradangan. Biasanya terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, lalu terinfeksi bakteri.

Papula terasa nyeri dan keras saat disentuh, menandakan inflamasi aktif. Jerawat jenis ini perlu penanganan khusus agar tidak memburuk.

4. Pustules (Pustula)

Pustula merupakan versi lanjut dari papula yang berisi nanah. Bagian tengahnya berwarna putih atau kekuningan, dikelilingi kemerahan.

Postula biasanya muncul secara berkelompok di wajah, dada, atau punggung. Disebabkan infeksi bakteri dan sering dipicu oleh perubahan hormon. Perawatan yang benar penting untuk mencegah penyebaran dan luka bekas.

5. Nodules (Nodul)

Nodul adalah benjolan besar yang berada jauh di dalam kulit. Tidak seperti papula, nodul tidak mengandung nanah dan terasa keras.

Nodul terbentuk akibat peradangan yang memburuk dan membentuk massa di bawah permukaan kulit. Sangat menyakitkan dan berisiko meninggalkan bekas parah jika tidak ditangani dokter.

6. Cysts (Kista)

Kista merupakan jenis jerawat paling parah. Isinya berupa nanah dan letaknya dalam di bawah kulit. Berwarna merah atau keunguan dan terasa lunak saat ditekan.

Kista sangat inflamasi, nyeri, dan berpotensi tinggi meninggalkan bekas luka permanen. Penanganannya harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Baca Juga: Jarang Diketahui, Ini 7 Manfaat Biji Pepaya untuk Kesehatan Tubuh

Cara Merawat Jerawat Sesuai Jenisnya

Untuk kasus jerawat ringan hingga sedang, kamu bisa mencoba pengobatan rumahan atau produk bebas (over the counter).

Berdasarkan informasi dari Medical News Today, butuh waktu sekitar 2–3 bulan untuk melihat hasil dari pengobatan rutin. Jenis jerawat yang lebih parah cenderung membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.

Sebaiknya konsultasi ke dokter kulit jika jerawat seperti whiteheads, blackheads, papula, atau pustula muncul dalam bentuk parah, nyeri hebat, berdarah, atau mengeluarkan banyak nanah.

Mengetahui jenis jerawat sangat penting agar kamu bisa menentukan penanganan yang tepat dan mencegah masalah kulit lebih serius. Setiap jenis memiliki gejala dan tingkat keparahan berbeda.

Jika jerawatmu tergolong parah, menyakitkan, atau berdampak secara emosional, sebaiknya segera cari bantuan dari dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang efektif. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#jerawat #komedo #jenis