JawaPos.com - Memilih barang elektronik atau peralatan luar ruangan seringkali mempertimbangkan ketahanan terhadap air demi menjaga keamanan dan keawetan. Anda mungkin sering menemui istilah seperti water-resistant, water-repellent, dan waterproof. Memahami perbedaan ketiganya sangat penting karena masing-masing memiliki tingkat ketahanan air yang berbeda, sehingga Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan.
Water-Resistant
Dari ketiga istilah tersebut, water-resistant memiliki tingkat ketahanan air yang paling rendah. Produk dengan label ini umumnya hanya mampu melindungi dari cipratan air ringan. Jika terpapar air dalam intensitas besar, seperti hujan deras atau saat menyelam, perlindungan water-resistant tidak akan cukup karena daya tahannya terhadap air juga tidak berlangsung lama.
Baca Juga: Sering Ngantuk Setelah Makan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Water-Repellent
Bahan water-repellent mampu menahan air agar tidak meresap ke dalam serat. Air akan menggumpal di permukaan kain, membuatnya mudah dihilangkan. Sifat hidrofobik inilah yang membuat kain water-repellent dapat menolak air. Bahan ini efektif untuk menghalau air hujan ringan, namun perlu diingat bahwa sifat water-repellent ini tidak permanen dan perlindungannya bisa berkurang seiring waktu.
Waterproof
Kain waterproof atau kedap air sepenuhnya dapat menahan air sehingga tidak akan terserap ke serat kain sama sekali. Bahan ini sangat cocok untuk jaket, jas hujan, dan tas. Produk dengan sifat waterproof ideal bagi Anda yang sering beraktivitas di luar ruangan karena bahan ini dapat menahan dingin, cuaca ekstrem, dan sangat tahan lama (durable).
Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Lendir Siput Ternyata Bagus untuk Kulit Wajah
Editor : Candra Mega Sari