Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Kesan Pertama Bisa Menipu! Hati-Hati dengan Halo Effect dan Reverse Halo Effect

Talitha Sakha Althafah • Sabtu, 17 Mei 2025 | 23:07 WIB
Ilustrasi orang sedang menyapa. (Pexels)
Ilustrasi orang sedang menyapa. (Pexels)

JP Bogor - Saat kita memasuki lingkungan baru, bertemu dengan orang-orang yang belum kita kenal, kesan pertama yang kita buat—baik yang kita berikan maupun yang kita terima—memegang peranan penting dalam bagaimana kita menilai mereka ke depannya

Dalam interaksi awal tersebut, kepribadian seseorang sering kali digambarkan secara generalisasi, yang dipengaruhi oleh bias kognitif, baik positif maupun negatif. Fenomena ini dikenal dengan istilah halo effect.

Istilah halo effect sendiri pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Amerika, Edward Thorndike, pada tahun 1920. Dalam penelitiannya, Thorndike mengamati hubungan penilaian antara atasan dan bawahan di militer Amerika.

Awalnya, konsep halo effect hanya digunakan untuk menilai orang, namun kini penerapannya lebih luas, termasuk dalam dunia pemasaran.

Dari penelitiannya, ditemukan beberapa korelasi menarik, seperti hubungan antara penampilan fisik dengan karakter sebesar 0,28, dengan kecerdasan sebesar 0,31, dan dengan kemampuan kepemimpinan sebesar 0,39.

Pada dasarnya, halo effect tidak hanya mempengaruhi cara kita menilai orang tersebut, tetapi juga memengaruhi persepsi kita. Contohnya, seseorang yang memakai kacamata sering dianggap pintar atau kutu buku.

Namun, kesan pertama saja sebenarnya belum cukup untuk menilai seseorang secara akurat. Kita perlu mengenal lebih lama agar dapat memahami karakter mereka secara menyeluruh. Daya tarik fisik sangat berpengaruh dalam evaluasi kita terhadap kualitas seseorang, dan di sinilah halo effect berperan.

Sebaliknya, ada juga yang dikenal sebagai reverse halo effect atau efek tanduk, yang merupakan persepsi negatif yang memengaruhi penilaian kita terhadap sifat dan kemampuan seseorang.

Misalnya, saat melihat seseorang yang gemuk, kita mungkin langsung berasumsi bahwa ia suka makan tanpa kontrol, padahal bisa saja orang tersebut sedang menjalani program diet.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#halo effect #kesan pertama #Reverse