JP Bogor - Sebagian orang mungkin masih menganggap bahwa kesehatan mulut bukanlah prioritas, sehingga kerap diabaikan dalam rutinitas harian. Padahal, kesehatan mulut memiliki peran besar dalam membentuk rasa percaya diri, terutama karena berpengaruh langsung terhadap kesan pertama saat bertemu orang lain, entah dari senyuman yang kita tunjukkan maupun aroma napas saat berbicara.
Jika tidak dijaga dengan baik, kesehatan mulut yang buruk bisa menimbulkan berbagai masalah, seperti bau mulut, karang gigi, gigi berlubang, hingga gangguan mulut lainnya.
Karena itu, menjaga kesehatan mulut sangat erat kaitannya dengan merawat gigi secara menyeluruh. Jika Anda ingin tahu cara merawat gigi dengan lebih baik, simak hal yang perlu dilakukan berikut ini:
1. Sikat Gigi Dua Kali Sehari
Menyikat gigi secara rutin sangat penting untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel dan mencegah berbagai masalah gigi. Namun, penting juga untuk memperhatikan jenis sikat gigi yang digunakan dan cara menyikat yang benar.
Gunakan sikat gigi berbulu lembut untuk menghindari kerusakan pada enamel gigi, dan hindari menyikat terlalu keras karena justru bisa melukai gusi dan merusak lapisan pelindung gigi.
Baca Juga: Netizen usul Siswa Gemulai Ikut Dikirim ke Barak Militer, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Ya Bisa Saja
Selain itu, posisikan sikat gigi dengan sudut 45 derajat mengarah ke gusi agar semua permukaan gigi, termasuk bagian belakang dan samping, dapat dibersihkan secara optimal.
2. Gunakan Benang Gigi Sekali sehari
Untuk membersihkan sisa makanan dan plak di sela-sela gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi, Anda disarankan menggunakan benang gigi atau dental floss.
Cara penggunaannya cukup sederhana namun perlu dilakukan dengan benar agar hasilnya maksimal. Ambil benang gigi sepanjang kurang lebih 45 cm, lalu lilitkan kedua ujungnya pada jari tengah masing-masing tangan.
Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk mengarahkan benang ke sela-sela gigi. Setelah masuk di antara dua gigi, bentuk benang seperti huruf C mengelilingi satu sisi gigi, lalu gerakkan benang ke atas dan ke bawah sebanyak 10 kali.
Ulangi proses ini pada setiap sela gigi agar kebersihan gigi benar-benar terjaga.
Baca Juga: Hwachae: Minuman Sop Buah Khas Korea yang Menyegarkan di Musim Panas
3. Menyikat Lidah
Menyikat lidah adalah langkah penting dalam menjaga kebersihan mulut yang sering kali diabaikan, padahal lidah merupakan tempat berkembangnya banyak bakteri yang bisa menyebabkan bau mulut. Kurangnya edukasi membuat kebiasaan ini belum banyak dilakukan.
Untuk membersihkan lidah, Anda bisa menggunakan alat khusus yang disebut tongue scraper, namun jika tidak tersedia, sikat gigi biasa juga bisa digunakan. Lakukan secara perlahan dari bagian belakang lidah ke depan agar kotoran dan bakteri terangkat dengan optimal.
4. Gunakan Obat Kumur
Obat kumur dapat mencegah tumbuhnya bakteri berbahaya dalam mulut karena kandungannya dapat membersihkan sisa makanan dan kotoran. Selain itu, obat kumur juga dapat mengurangi penumpukan plak.
5. Hindari Rokok
Pada bungkus rokok sebenarnya sudah tercantum berbagai peringatan mengenai bahaya merokok bagi kesehatan, baik untuk paru-paru maupun untuk kesehatan mulut.
Salah satu contoh nyata yang sering ditampilkan adalah kanker mulut, yang merupakan salah satu penyakit serius akibat konsumsi rokok.
Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan penyakit gusi dan membuat gigi tampak kuning akibat zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya.
6. Kunjungi Dokter Gigi Secara Rutin
Jika Anda memiliki anggaran lebih, sangat disarankan untuk mengunjungi dokter gigi secara rutin, terutama jika Anda memiliki masalah gusi, gigi berlubang, atau sedang menggunakan kawat gigi. Kondisi-kondisi tersebut memerlukan perawatan ekstra untuk menjaga kesehatan mulut.
Selain itu, melakukan scaling gigi secara rutin juga sangat penting untuk mencegah plak berkembang menjadi karang gigi, yang bisa menyebabkan bau mulut dan menurunkan rasa percaya diri.
Perawatan gigi yang teratur akan membantu menjaga kebersihan mulut secara menyeluruh dan mencegah masalah gigi yang lebih serius di masa depan.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah