JP Bogor - Belakangan ini, teh hijau yang berasal dari Jepang atau matcha mulai populer, bahkan tidak hanya dalam bentuk minuman, tapi juga dijadikan sebagai perisa dessert.
Warna hijau cerah yang khas menjadi salah satu daya tarik utama matcha. Berkat keindahan visual tersebut, ditambah dengan masifnya penggunaan media sosial saat ini, matcha semakin populer dan dikenal luas sebagai bagian dari tren kekinian.
Sebelum kepopulerannya, matcha biasanya disajikan untuk upacara minum teh di Jepang.
Matcha juga mengandung kafein yang cukup tinggi dibandingkan dengan jenis teh lainnya, menjadikannya pilihan tepat bagi kamu yang membutuhkan kafein namun tidak ingin mengonsumsi kopi. Selain kafein, matcha juga memiliki berbagai kandungan bermanfaat lainnya untuk tubuh.
Dilansir dari Pure Matcha berikut beberapa manfaat matcha yang baik untuk kesehatan tubuh.
1. Memperkuat daya tahan tubuh
Jika Anda menjalani gaya hidup yang kurang sehat, sistem kekebalan tubuh Anda akan melemah, sehingga membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit.
Penelitian menunjukkan bahwa matcha mengandung sekitar 60% epigallocatechin gallate (EGCG), senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat melawan patogen serta mengurangi peradangan melalui peningkatan produksi sel T.
Selain itu, kandungan EGCG dan kafein dalam matcha juga bermanfaat untuk penurunan berat badan, karena dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lemak.
2. Meningkatkan kinerja jantung
Ada penelitian yang menunjukkan jika orang yang mengonsumsi macha memiliki resiko 26% lebih rendah untuk terkena serangan jantung atau stroke, jika dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi kurang dari satu cangkir macha sehari.
Selain itu, dengan mengonsumsi satu cangkir macha satu sehari juga dapat menurunkan sebanyak 16% kematian akibat semua penyebab.
Baca Juga: Apa Itu Real Food dan Mengapa Jadi Pilihan Terbaik untuk Kesehatan Tubuh? Ini Penjelasannya!
3. Membantu mencegah risiko kanker
Ada sebuah studi yang menunjukkan jika macha dapat memiliki efek untuk mencegah kanker, namun studi kohort jangka panjang dan besar serta uji klinis mengenai hal ini masih perlu dilakukan.
Dalam suatu penelitian kanker ovarium, pasien yang mengkonsumsi macha memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi daripada yang tidak mengonsumsi.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah