Mengutip dari laman baznas.go.id, puasa Syawal dimulai pada tanggal 2 Syawal, sehari setelah Hari Raya Idul Fitri, dan dapat dilaksanakan kapan saja selama bulan Syawal. Pendapat para ulama menyatakan bahwa puasa ini boleh dilakukan secara berurutan maupun terpisah. Imam Ahmad, Imam Syafi'i, dan Imam Hanafi lebih mengutamakan pelaksanaan puasa ini secara tidak berurutan, agar lebih ringan dan fleksibel bagi umat Islam.
Sebagai contoh, puasa Syawal dapat dilakukan setiap Senin dan Kamis atau digabung dengan puasa Ayyamul Bidh (puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah). Yang terpenting adalah menyelesaikan enam hari puasa di bulan Syawal.
Di samping itu, puasa Syawal juga memiliki keistimewaan tersendiri sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR. Muslim)
Pahala ini didasarkan pada perhitungan bahwa satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Puasa Ramadhan selama 30 hari setara dengan 300 hari, dan enam hari puasa Syawal setara dengan 60 hari, sehingga jumlahnya menjadi 360 hari atau setahun penuh.
Tata Cara Puasa Syawal
Secara umum, puasa Syawal memiliki tata cara yang sama dengan puasa pada umumnya, yaitu:
1. Niat Puasa Syawal
Niat dapat dilakukan pada malam hari atau jika lupa, boleh dilakukan di pagi hari sebelum waktu zawal (matahari tergelincir). Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَوَّالٍ لِلَّهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."
2. Makan Sahur
Sebaiknya dilakukan sebelum waktu Subuh untuk mendapatkan keberkahan.
3. Menahan Diri
Tidak makan, minum, dan menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
4. Berbuka Puasa
Dianjurkan berbuka dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih, serta membaca doa berbuka puasa.
Kemudian, bagi perempuan yang memiliki utang puasa Ramadhan karena haid atau sakit, para ulama berbeda pendapat tentang mana yang lebih utama dilakukan terlebih dahulu: mengqadha puasa atau menjalankan puasa Syawal.
Sebagian besar ulama menyarankan untuk menyelesaikan qadha terlebih dahulu agar mendapatkan pahala puasa Syawal yang sempurna. Namun, jika seseorang berhalangan untuk mengqadha seluruh puasa sebelum akhir Syawal, ada pendapat yang membolehkan menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa Syawal.
Editor : Candra Mega Sari