Meskipun biasanya tidak serius, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak orang mengatasinya dengan koyo, krim pereda nyeri, atau obat-obatan.
Namun, kondisi ini juga dapat mengindikasikan penyakit diskus degeneratif, yang sering dikaitkan dengan 'bungkuk remaja'. Tulang belakang kita memiliki bantalan seperti donat berisi gel yang disebut diskus.
Pada penyakit diskus degeneratif, "bantalan" ini rusak, menyebabkan nyeri saat gerakan tiba-tiba, seperti dari berdiri ke duduk. Nyeri ini bisa terasa seperti gesekan tulang di tulang belakang. Kejang otot, linu panggul (nyeri dari bokong ke kaki), juga mungkin terjadi.
Ketidaknyamanan ini bisa memburuk saat duduk lama, berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan, dan seringkali sangat intens.
Ada beragam pilihan pengobatan untuk penyakit diskus degeneratif, tergantung tingkat keparahannya. Cedera punggung utama meliputi Spondylolisthesis (pergeseran vertebra di dasar tulang belakang) dan Spondylolysis (vertebra bergeser ke belakang, depan, atau atas tulang).
Terjatuh dengan keras dapat menyebabkan Spondylolysis dan kompresi vertebra parah. Tonjolan yang dihasilkan dapat mengiritasi saraf di sekitarnya, menyebabkan nyeri, mati rasa, atau kelemahan pada anggota tubuh.
Editor : Candra Mega Sari