JP Bogor - Merkuri adalah logam yang dapat ditemukan di tanah, air, dan udara. Namun, jika terserap atau terhirup, logam ini dapat membahayakan kesehatan. Merkuri juga merupakan cairan yang mudah menguap dan berubah menjadi gas.
Tanpa disadari, merkuri dapat ditemukan di berbagai lingkungan atau benda yang dekat dengan manusia, seperti kosmetik, makanan, dan udara yang telah tercemar. Paparan ini berisiko membahayakan kesehatan, terutama bagi bayi dan lansia.
Saat ini, banyak produk skincare dan kosmetik yang mengandung merkuri. Jika digunakan dalam jangka panjang, kandungan ini dapat berdampak buruk pada kulit wajah, seperti:
1. Iritasi pada Kulit Wajah
Efek yang paling umum dari merkuri adalah iritasi. Biasanya seseorang yang terkena merkuri dari skincare atau kosmetiknya akan merasakan gatal, kemerahan, hingga panas di area kulit wajahnya.
2. Hiperpigmentasi
Penggunaan merkuri dapat menyebabkan hiperpigmentasi karena menghambat produksi melanin, pigmen yang memberikan warna alami pada kulit.
3. Lapisan Kulit Menjadi Lebih Tipis
Penggunaan merkuri dapat menyebabkan pengelupasan kulit secara terus-menerus, sehingga lapisan kulit semakin menipis. Akibatnya, skin barrier rusak, yang dapat memicu berbagai masalah kulit wajah.
Itulah tiga ciri umum ketika kulit terpapar merkuri. Untuk mengetahui dampak dan gejala lebih spesifik, kamu bisa mencari informasi di situs kesehatan resmi, baik di Indonesia maupun luar negeri. Dengan begitu, kamu dapat lebih menjaga kesehatan kulit wajahmu.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah