Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Kecanduan Media Sosial: Bagaimana Algoritma Mengendalikan Perilaku Kita?

Talitha Sakha Althafah • Rabu, 19 Maret 2025 | 08:00 WIB
Matrix. (Pexels)
Matrix. (Pexels)

JP Bogor -Tanpa disadari, kita sebenarnya menjadi "produk" bagi berbagai konten di media sosial. Konten-konten tersebut sengaja dirancang untuk membuat kita kecanduan dan terus menghabiskan waktu di platform tersebut.

Media sosial menampilkan hal-hal yang terasa dekat dengan pengalaman dan perasaan kita, seolah memahami situasi yang sedang dialami. Semua ini dikendalikan oleh algoritma, yang menyesuaikan tampilan konten berdasarkan preferensi dan interaksi masing-masing pengguna.

Menurut Fair Observer, para peneliti dan profesional media sepakat bahwa media sosial dapat menyebabkan kecanduan dan berpotensi mengganggu kesehatan mental penggunanya. Salah satu dampak kecilnya adalah gangguan tidur akibat terlalu lama bermain media sosial, yang juga dapat memicu sakit kepala, menghambat pekerjaan, mengurangi frekuensi olahraga, serta berbagai masalah lainnya.

Menghabiskan waktu terlalu lama di media sosial tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi juga bisa berujung pada konsekuensi yang lebih serius, termasuk kehilangan nyawa. Misalnya, seorang figur publik yang mendapat ujaran kebencian karena tindakannya yang tidak disukai oleh sebagian orang bisa mengalami tekanan psikologis berat. Dalam kasus ekstrem, hal ini bisa menyebabkan stres berkepanjangan hingga mendorong seseorang untuk mengakhiri hidupnya.

Selain itu, apa yang kita konsumsi di media sosial juga berpengaruh terhadap perilaku kita. Jika seseorang sedang menghadapi masalah dan tanpa sengaja menemukan konten yang memicu, seperti tentang self-harm, hal tersebut bisa memengaruhi pikirannya dan mendorong tindakan serupa. Inilah alasan mengapa batasan usia diberlakukan dalam penggunaan media sosial, dengan harapan bahwa pengguna yang telah mencapai usia tertentu dapat lebih bijak dalam menyikapi dan menyaring konten yang mereka konsumsi.

Pada akhirnya, penggunaan media sosial sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Semakin lama seseorang menghabiskan waktu di platform tersebut, semakin besar keuntungan yang diperoleh perusahaan media sosial. Oleh karena itu, mereka terus mengembangkan dan menyempurnakan sistem agar pengguna semakin betah berlama-lama, sehingga platform tersebut dapat terus dimonetisasi.

(*)

 

Editor : Siti Nur Qasanah
#konten #media sosial #kesehatan mental #Algoritma #kecanduan