Orang dengan avoidant attachment biasanya akan menghindari kedekatan emosional dengan orang lain, sehingga membangun hubungan dengan mereka bisa jadi menantang. Mereka menyembunyikan perasaan saat menghadapi situasi emosional dan meskipun tampak ramah, mereka kesulitan membuka diri tentang kehidupan pribadi.
Mereka terbiasa melakukan apapun sendiri sehingga sulit membangun kedekatan karena merasa sulit terikat dan cenderung menghindar. Ini seringkali disebabkan oleh masa kecil di mana orang terdekat mereka secara emosional jauh dan mereka tidak bisa mengungkapkan perasaan mereka. Singkatnya, mereka kurang kasih sayang dan kesulitan mengekspresikan perasaan karena kurangnya kedekatan emosional di masa kecil.
Akibatnya, mereka berhenti mencari perhatian karena tahu akan diabaikan, dan merasa mampu bertahan sendiri. Saat dewasa, mereka cenderung lebih fokus pada karier daripada hubungan emosional, tidak membutuhkan dukungan emosional tetapi juga tidak merasa kesepian.
Membangun kedekatan dengan orang seperti ini sulit karena mereka membuat batasan emosional. Namun, hubungan dekat tetap mungkin, meskipun pasangan mereka mungkin merasa kurang kasih sayang karena mereka kurang pandai mengekspresikannya.
Dilansir dari The Attachment Project, sifat ini bisa berubah, tergantung pada pemahaman dan perilaku orang di sekitar mereka. Baiknya mengenali kenapa seseorang bisa sampai terkena avoidant attachment agar anda tahu cara merespons dengan tepat, memberikan kasih sayang, dan membuat mereka merasa aman.
Editor : Candra Mega Sari