Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Toxic Productivity: Ketika Bekerja Tanpa Henti Justru Merusak Diri

Talitha Sakha Althafah • Senin, 10 Maret 2025 | 08:30 WIB

Ilustrasi orang bekerja. (Unsplash)
Ilustrasi orang bekerja. (Unsplash)

JP Bogor - Beberapa orang begitu mencintai pekerjaannya hingga rela mengorbankan waktu istirahat untuk terus bekerja. Padahal, istirahat tetap penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Pola pikir seperti ini berisiko dan sayangnya semakin umum dalam budaya kerja saat ini, di mana beristirahat sering kali dianggap sebagai tanda kemalasan.

Media sosial turut berperan dalam mendorong tekanan produktivitas ini. Banyak orang membagikan kesibukan mereka sehari-hari, yang tanpa disadari menciptakan rasa persaingan bagi yang melihatnya. Keinginan untuk terus berkembang memang baik, tetapi lebih efektif jika dibarengi dengan target yang jelas, daripada sekadar bekerja dalam waktu lama tanpa hasil yang optimal.

Menurut Forbes, ada beberapa tanda seseorang mengalami toxic productivity, di antaranya lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas, sulit melepaskan diri dari pekerjaan, serta terlalu berkomitmen hingga mengabaikan keseimbangan hidup. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, depresi, atau bahkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Baca Juga: Age Gap di Tempat Kerja: Mengapa Perbedaan Usia Mempengaruhi Dinamika Kerja?

Dilansir dari Vogue, Dr. Schneider menjelaskan bahwa orang yang perfeksionis dan bekerja terlalu keras cenderung merasa bahwa mereka belum cukup baik. Mereka sering kali terjebak dalam siklus produktivitas berlebihan karena mengaitkan standar kinerja yang tinggi dengan harga diri mereka.

Dampak toxic productivity bukan hanya terbatas pada individu yang mengalaminya, tetapi juga lingkungan sekitarnya. Selain menyebabkan kelelahan fisik dan mental, kondisi ini dapat memicu emosi negatif seperti mudah tersinggung, cemas, perasaan bersalah, gangguan tidur, serta masalah pencernaan. Bahkan, bisa berdampak pada hubungan interpersonal akibat meningkatnya konflik dengan orang lain. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#pekerjaan #kesehatan #toxic productivity #bekerja