JP Bogor - Berpuasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap umat Muslim yang tidak memiliki halangan. Selama menjalankan puasa, seluruh aktivitas sehari-hari, mulai dari bangun hingga tidur kembali, dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk meraih pahala dan rida Allah SWT. Oleh karena itu, selain menjalankan ibadah wajib, banyak umat Muslim yang memperbanyak amalan sunnah selama bulan Ramadhan.
Ada banyak amalan sunnah yang dapat dilakukan, baik saat Ramadhan maupun di luar bulan tersebut. Namun, dalam artikel ini, JP Bogor telah merangkum 10 amalan sunnah yang dapat menambah pahala puasa, berdasarkan kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Al-Bantani serta berbagai sumber lainnya seperti nu.or.id, banten.nu.or.id, kemenag.go.id, dan alazharpeduli.or.id
1. Mengakhirkan Waktu Sahur
Sebelum menjalankan puasa, setiap Muslim dianjurkan untuk makan sahur sebagai sumber energi selama berpuasa di siang hari. Salah satu sunnah yang dianjurkan dalam kitab Nihayatuz Zain adalah mengakhirkan waktu sahur.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, "Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka."
Meskipun tidak disebutkan secara spesifik kapan waktu akhir sahur yang dimaksud, baik malam hari, tengah malam, atau sebelum fajar, hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim melalui Anas bin Malik mengindikasikan bahwa waktu terbaik untuk mengakhiri sahur adalah menjelang waktu fajar.
2. Menyegerakan Waktu Buka
Masih dengan hadits yang sama di poin sebelumnya. Selain mengakhirkan sahur, menyegerakan waktu berbuka puasa juga merupakan sunnah yang dapat menambahkan pahala. Oleh karena itu, sesaat setelah terdengar kumandang azan magrib, disunnahkan bagi umat Muslim yang berpuasa untuk langsung membatalkan puasanya.
Dijelaskan pula santapan yang dianjurkan ketika membatalkan puasa adalah kurma basah. Jika tidak ada kurma basah, maka dianjurkan dengan kurma kering. Jika tidak ada keduanya, maka dengan air.
Alasannya berakar dari sabda Rasul yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. Rasulullah SAW bersabda, "Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab air itu menyucikan."
3. Membaca Doa Buka Puasa
Terdapat beberapa doa-doa umum yang biasa dibacakan saat berbuka puasa. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
"Allahumma inni laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika aftartu bi rahmatika yaa arhamar raahimiin.”
Artinya: "Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang."
"Dzahaba zh-zhamau wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru in syaa Allah"
Artinya: "Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan insya Allah pahala telah tetap."
Di samping doa-doa di atas, dianjurkan juga untuk membaca doa-doa umum lainnya. Pasalnya, waktu berbuka puasa merupakan salah satu waktu akan diijabahnya doa-doa merujuk dari hadits riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban.
4. Mandi Wajib
Mandi wajib sebelum fajar dianjurkan agar dapat menjalankan ibadah salat subuh dalam keadaan suci. Bukan hanya itu, hikmah lainnya agak menjaga diri dari tidak kemasukan air ketika mandi setelah fajar.
5. Menjaga Lisan
Kata-kata tidak baik yang keluar dari lisan akan mengurangi jumlah pahala puasa. Sehingga, sangat dianjurkan untuk menjaga perkataan dari omongan-omongan yang tidak bermakna apalagi sampai berbohong dan berkata kasar.
6. Menjaga Diri dari Segala Sesuatu yang Bertentangan dengan Nilai dan Makna Puasa
Umat Muslim menjalani ibadah puasa dengan niat untuk menjauhkan diri sari segala jenis nafsu. Lantas sebagai orang yang berpuasa merupakan hal yang masuk akal untuk menjaga diri dari segala hal yang akan membatalkan atau mengurangi pahala puasa.
7. Perbanyak Sedekah
Memberikan sedekah atau infaq kepada yang membutuhkan sangat dianjurkan. Terlebih jika bersedekah dengan memberikan takjil kepada sesiapa saja yang belum sempat membatalkan puasa. Perbuatan ini akan mendapatkan ganjaran pahala yang besar, yaitu serupa dengan pahala puasa dari orang yang menerima sedekah.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga." Hadits riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad.
Baca Juga: Produktif di Malam Hari: Manfaat, Risiko, dan Cara Mengaturnya dengan Bijak
8. I’tikaf di Masjid
Dalam kitab Nihayatuz Zain disebutkan bahwa sebaiknya menjalankan I’tikaf selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Namun, bagi yang tidak dapat melakukannya selama sebulan penuh, dianjurkan untuk beriktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
9. Perbanyak Tilawah
Paling sedikit mengkhatamkan Alquran sebanyak satu kali selama Ramadhan. Lebih banyak maka akan lebih baik lagi.
10. Istiqamah
Yang terakhir adalah istiqamah atau konsistensi. Menjaga keteguhan dalam menjalankan amalan sunnah yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan, sehingga tetap berlanjut hingga bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun berikutnya.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah