JP Bogor - Bagi sebagian orang, minum kopi di pagi hari adalah sebuah kewajiban, karena kafein dalam kopi dapat meningkatkan semangat dan produktivitas. Namun, ada juga yang tidak bisa mengonsumsi kopi atau tetap memaksakannya meskipun mengalami efek samping seperti sakit perut, yang meskipun tidak berbahaya, tetap mengganggu aktivitas.
Kenapa ini bisa terjadi? Menurut Cleveland Clinic, kafein memang memiliki pengaruh terhadap tubuh, namun akan berbeda-beda tiap orang, bergantung pada ukuran tubuh dan pola makan. Meskipun tidak dialami semua orang, beberapa individu dapat mengalami efek samping seperti kegelisahan, gangguan pencernaan, atau kesulitan tidur. Oleh karena itu, penting untuk mengenali batas toleransi tubuh anda terhadap kafein.
Jika anda merupakan orang yang lactose intolerant, mencampurkan susu ke dalam kopi dapat membuat anda sakit perut. Hal serupa berlaku untuk bahan tambahan lain seperti madu, sirup jagung, dan gula, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika tubuh tidak mampu mencernanya dengan baik.
Selain itu, kandungan asam dalam kopi, seperti asam klorogenat dan trigonelin, juga bisa menjadi faktor penyebab sakit perut karena merangsang produksi asam lambung, menurut penelitian Molecular Nutrition and Food Research.
Dilansir dari Live Strong, untuk mencegah sakit perut setelah minum kopi, anda bisa mencoba untuk menghindari minum kopi saat perut kosong. Sebelum minum kopi di pagi hari, sebaiknya anda sarapan terlebih dahulu, sehingga perut anda tidak kaget. Pilihlah kopi sangrai yang gelap karena campuran kopi panggang yang berwarna coklat tua tidak begitu merangsang sekresi lambung menurut studi Molecular Nutrition and Food Research, sehingga lebih aman untuk lambung.
Jika anda ingin benar-benar terbebas dari efek buruk tadi, anda bisa secara perlahan mengurangi konsumsi kafein sampai akhirnya bisa benar-benar lepas dari kopi.
Batas harian aman kafein untuk usia di atas 18 tahun adalah 400 mg per hari dan setiap jenis kopi memiliki kandungan kafein yang berbeda-beda, maka anda harus mengetahuinya.
Saat anda berproses untuk terlepas dari kafein, kemungkinan anda akan merasakan gejala putus zat seperti sakit kepala dan mudah tersinggung.
Editor : Candra Mega Sari