Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Waspada! 8 Perbuatan Ini Bisa Merusak Pahala Puasa Ramadhan Anda

Irham Muzaki • Senin, 3 Maret 2025 | 09:00 WIB
Ilustrasi seseorang sedang menggunjing temanya. (Freepik)
Ilustrasi seseorang sedang menggunjing temanya. (Freepik)

JP Bogor - Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah di mana umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga sikap, perkataan, serta perbuatan agar tetap dalam koridor yang diridhai oleh Allah.

Dilansir dari muslim.or.id, disebutkan pahala orang puasa Ramadhan besarnya tidak terhingga. Setiap amal kebaikan yang dikerjakan saat puasa akan dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali kebaikan yang serupa. Sedangkan amalan puasanya dilipatgandakan oleh Allah SWT tanpa ada batas bilangan.

Namun, keutamaan pahala puasa bisa berkurang atau bahkan hilang jika seseorang melakukan hal-hal yang dapat merusaknya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dan menghindari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah agar puasa tidak menjadi sia-sia. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat merusak pahala puasa, sebagaimana dikutip dari laman Rumah Zakat.

1. Berbohong

Berbohong, sekecil apapun, dapat mengurangi nilai ibadah puasa. Hal itu sesuai dengan Rasulullah SAW yang artinya: "Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa kejujuran adalah bagian dari ibadah puasa. Oleh karena itu, menjaga lisan dari kebohongan adalah salah satu cara agar puasa tetap bernilai ibadah.

2. Bergunjing dan Menghina Orang Lain

Ghibah atau membicarakan keburukan orang lain adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam. Bahkan, dalam Alquran perbuatan ini diibaratkan seperti "memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati." (QS. Al-Hujurat: 12).

Selain itu, menghina dan mencela orang lain juga dapat menghilangkan keberkahan puasa. Oleh karena itu, sebaiknya fokus pada hal-hal yang lebih bermanfaat dan menjaga lisan dari perkataan buruk.

3. Marah dan Emosi Berlebihan

Puasa melatih umat Islam untuk menahan diri dari hawa nafsu, termasuk amarah. Jika seseorang tidak bisa mengontrol emosinya, maka ia kehilangan esensi utama dari ibadah puasa. Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

"Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada orang yang mengajaknya bertengkar atau mencacinya, hendaklah ia mengatakan 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa’." (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Perbedaan Kelas dan Sub-Kelas Tiket Pesawat untuk Mudik: Fasilitas, Harga, dan Kenyamanan

4. Tidak Menjaga Pandangan

Menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan adalah bagian dari ibadah puasa. Melihat konten yang tidak senonoh atau sesuatu yang dapat membangkitkan nafsu dapat merusak kemurnian ibadah. Oleh karena itu, seorang Muslim sebaiknya menjaga mata dan hatinya dari hal-hal yang tidak bermanfaat selama berpuasa.

5. Malas Beribadah

Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah seperti sholat, membaca Alquran, dan berdzikir. Jika hanya menahan lapar dan haus tanpa meningkatkan ibadah, maka ia kehilangan banyak pahala. Begitu pun jika seseorang berpuasa tetapi meninggalkan sholat, maka puasanya sia-sia karena sholat kewajiban utama dalam Islam.

6. Makan dari Hasil yang Tidak Halal

Makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka harus berasal dari sumber yang halal. Jika makanan yang dikonsumsi berasal dari hasil yang haram, seperti dari riba atau hasil mencuri, maka keberkahan puasa akan hilang. Dalam Islam, makanan halal bukan hanya tentang jenisnya, tetapi juga tentang bagaimana cara mendapatkannya.

7. Riya atau Pamer dalam Ibadah

Puasa seharusnya dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Jika seseorang berpuasa hanya untuk mendapatkan pujian dari orang lain, maka pahalanya akan berkurang atau bahkan hilang. Dalam hadis disebutkan yang artinya:

"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Melakukan Dosa Besar

Dosa-dosa besar seperti mencuri, menipu, dan menyakiti orang lain dapat menghilangkan pahala puasa. Ramadhan adalah waktu yang penuh keberkahan, sehingga sebaiknya digunakan untuk memperbaiki diri dan menjauhi segala bentuk maksiat.

Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan, hati, dan perbuatan agar tetap dalam jalan yang benar. Dengan menjaga diri dari hal-hal di atas, puasa yang dijalankan akan semakin bermakna dan penuh berkah. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#puasa #pahala #ramadhan #Merusak pahala puasa