Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Puasa Ramadhan Berdampak Positif bagi Kesehatan Mental dan Religiusitas? Ini Temuan Penelitiannya

Intan Puspitasari • Kamis, 27 Februari 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi umat Muslim menjalankan ibadah di Bulan Ramdhan. (Freepik)
Ilustrasi umat Muslim menjalankan ibadah di Bulan Ramdhan. (Freepik)

JP Bogor - Ramadhan sebentar lagi tiba! Sebagai umat Muslim, kita diwajibkan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan. Seperti yang kita ketahui, puasa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesehatan mental dan peningkatan religiusitas.

Dilihat dari perspektif psikologi, dampak positif dari puasa Ramadhan untuk kesehatan mental ini ternyata terbukti benar loh. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yasir S. Kaloda dan Aimun A. E. Ahmed dari Universitas Al-Baha, Arab Saudi, yang terbit pada Egyptian Academic Journal of Biological Sciences C Physiology and Molecular Biology mengungkapkan temuan menarik mengenai hal ini. Berikut penjelasannya.

Orang yang Berpuasa saat Ramadhan Mengalami Penurunan Gangguan Psikologis

Dalam studi tersebut, melibatkan 50 partisipan sehat (yang tidak merokok) terdiri dari 28 pria dan 22 wanita yang diamati perilakunya selama bulan Ramadhan.

Para peneliti lalu meminta partisipan untuk mengisi kuesioner yang dimodifikasi dari Hamilton Anxiety Scale (HAS) untuk menilai kondisi psikologis partisipan selama Ramadhan dan satu bulan setelahnya.

Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan dalam skor gangguan psikologis umum selama bulan puasa dibandingkan dengan setelah Ramadhan. Ini berarti, puasa Ramadhan berkontribusi pada berkurangnya gejala-gejala seperti kecemasan dan stres.

Ada Peningkatan Aktivitas Sosial yang Religius saat Ramadhan dan Perubahan Pola Tidur

Selain itu, penelitian ini juga menemukan peningkatan signifikan dalam aktivitas sosial dan religius selama Ramadhan. Partisipan lebih sering terlibat dalam kegiatan keagamaan dan interaksi sosial selama bulan suci dibandingkan setelah Ramadhan berakhir.

Hal ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan mendorong umat Muslim untuk lebih aktif dalam praktik keagamaan dan mempererat hubungan sosial. Di Indonesia sendiri juga bisa dilihat dari banyaknya orang yang berbondong-bondong melakukan sholat Tarawih dan sholat wajib di masjid terdekat.

Di sisi lain, studi ini juga mencatat adanya penurunan total waktu tidur selama Ramadhan. Meskipun demikian, perubahan ini tidak mengurangi manfaat psikologis dan sosial yang diperoleh selama bulan puasa.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa puasa Ramadhan memiliki dampak positif dalam mengurangi gangguan psikologis dan meningkatkan aktivitas sosial serta religius.

Bagi umat Muslim, bulan Ramadhan bukan hanya waktu untuk beribadah, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki kesejahteraan mental dan memperkuat ikatan sosial. Dan dari penelitian tersebut terbukti bahwa ada bayak manfaaf dari puasa itu sendiri.

Jadi, tidak ada alasan lagi bagi umat muslim untuk tidak berpuasa ya. Karena manfaaatnya banyak sekali. Selain mendapatkan pahala, menjalankan puasa Ramadhan juga membawa manfaat nyata bagi kesehatan mental dan kehidupan sosial kita.

Selamat Berpuasa, semoga ibadah Anda lancar dan menjadi pahala besar dihadapan Allah SWT.  (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#psikologis #kesehatan mental #religius #ramadhan #penelitian #Puasa Ramadhan